BANDUNG BARAT, KOMPAS.TV - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun mengungkapkan titik longsor di Bandung Barat, Jabar, yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026).
"Jadi hari ini memang terjadi dua longsoran ya, terjadi di Bandung Barat. Yang pertama di Pasirlangu, yang kedua terjadi di Lembang," ujarnya dalam Breaking News KompasTV, Sabtu.
Teten mengatakan longsor itu diduga terjadi karena intensitas hujan cukup tinggi. Ia juga menyebut daerah itu cukup rawan longsor berdasarkan kajian risiko bencana.
"Kami melihat di seputar ini juga ada perubahan-perubahan fungsi lahan," bebernya.
Kata dia, perubahan fungsi lahan tersebut mengakibatkan kejenuhan air sehingga terjadi banjir dan longsor.
Baca Juga: Longsor di Cisarua Bandung Barat: 10 Orang Dilaporkan Meninggal, Puluhan Lainnya Masih Dicari
Untuk status tanggap darurat bencana, Niko mengatakan bupati dan forkopimda yang akan mengkaji apakah diperlukan penetapan status tersebut.
"Kalau status siaga bencana memang sudah ditetapkan Jawa Barat sudah ditetapkan sebagai siaga bencana hidrometeorologi tanggal 15 September (2025) sampai dengan tanggal 30 April (2026)," bebernya.
Niko mengatakan pihaknya sudah memberikan early warning (peringatan dini) dan bersiap-siap terhadap kemungkinan terjadinya bencana.
Namun, kata dia, pemberian informasi yang tidak diulang, misal hanya sekali atau dua kali, membuatnya kurang efektif. Ia mengatakan hal tersebut menjadi bahan evaluasi.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- longsor
- longsor bandung barat
- bandung barat
- bpbd jabar
- titik longsor bandung barat




