Dies Natalis ke-70, FK Unhas Gelar Pertemuan Ilmiah Berkala: Bahas Peluang dan Tantangan Kecerdasan Buatan dalam Dunia Kedokteran

terkini.id
3 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar — Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-70, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Berkala dengan tema “AI in Medicine: Opportunity or Threat?”.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Simposium Paralel dan dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta peserta dari berbagai institusi dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Prof. Dr. dr. Prihantono, Sp.B, Sp.B.Onk(K), M.Kes, yang menyampaikan bahwa Pertemuan Ilmiah Berkala merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-70 FK Unhas.

Forum ini bertujuan menjadi wadah ilmiah untuk membahas perkembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta implikasinya terhadap praktik kedokteran, pendidikan medis, penelitian, dan sistem pelayanan kesehatan di masa depan. Ketua panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Dekan FK Unhas, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, Sp.PD-KGEH, Sp.GK(K), menegaskan bahwa perjalanan 70 tahun FK Unhas merupakan tonggak penting dalam kontribusi fakultas terhadap pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten dan berdaya saing.

Ia menekankan bahwa pemanfaatan AI dalam dunia kedokteran merupakan sebuah keniscayaan yang harus disikapi secara bijaksana, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip etika, profesionalisme, serta keselamatan pasien.

Melalui forum ilmiah ini, FK Unhas diharapkan terus berperan aktif dalam merespons kemajuan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai humanistik dalam pelayanan kesehatan.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Dalam sambutannya, Rektor Unhas menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan tinggi dalam menyikapi transformasi digital di bidang kesehatan.

Ia menyampaikan bahwa kecerdasan buatan merupakan instrumen strategis yang berpotensi meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan efisiensi sistem medis apabila dimanfaatkan secara tepat.

Namun demikian, diperlukan kerangka regulasi, pengawasan yang memadai, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia agar pemanfaatan AI benar-benar menjadi peluang, bukan ancaman, bagi dunia kedokteran.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Simposium Paralel yang menghadirkan berbagai narasumber kompeten untuk membahas penerapan AI dalam praktik klinis, pendidikan kedokteran, penelitian medis, serta sistem pelayanan kesehatan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta yang menyampaikan pandangan, pengalaman, serta pertanyaan terkait topik yang dibahas.

Melalui penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Berkala ini, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang adaptif terhadap perubahan zaman, sejalan dengan semangat Dies Natalis ke-70 FK Unhas dalam mewujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang unggul dan berkelanjutan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Beredar Kabar Lulu Lahfah Meninggal Akibat Overdosis, Begini Kata Polisi
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Cegah Konflik, Pemkab Tetapkan Titik Kumpul Ojol dan Opang di Stasiun Klaten
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Periksa Eks Menpora Dito Ariotedjo, KPK Dalami soal Asal-Usul Pemberian Kuota Haji Tambahan
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Beasiswa S2 Double Degree Kemenag Dibuka, Cek Syarat-Jadwal Seleksinya
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Kemenkop dan Kemenimipas Sepakat Kembangkan Koperasi untuk Warga Binaan, Siapkan Reintegrasi Sosial dan Ekonomi
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.