Rupiah Masih Melemah, BPKH Beber Antisipasi Terhadap Biaya Haji

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAGELANG — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membeberkan langkah antisipasi tren pelemahan rupiah terhadap pembiayaan haji pada tahun ini.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan diri dari sisi likuiditas, yakni dengan menyiapkan pembayaran yang berbasis tiga mata uang, yakni rupiah, riyal Arab Saudi, dan dolar Amerika Serikat (AS).

“Alhamdulillah kita sudah antisipasi kurs yang saat ini sangat volatile dan kita sudah siapkan dalam bentuk sesuai dengan masing-masing mata uang asing,” kata Fadlul di sela-sela acara Annual Media Outlook di area wisata Borobudur, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2026).

Menurutnya, hal ini dapat menjadi basis dari sisi BPKH untuk meningkatkan kualitas ibadah haji pada periode mendatang.

Fadlul menjelaskan bahwa proses pengumpulan kebutuhan mata uang Negeri Paman Sam telah berlangsung sejak penghujung tahun lalu, dengan kurs asumsi Rp16.500 per dolar AS.

Dia lantas mengemukakan bahwa persediaan mata uang dolar AS di BPKH sempat terkendala regulasi pada tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, BPKH diwajibkan untuk melapor ke Bank Indonesia (BI) setiap kali melakukan pembelian jumbo terhadap mata uang asing.

Namun demikian, Fadlul menyebut telah berkoordinasi dengan BI, sehingga BPKH kini diperbolehkan untuk melakukan pembelian USD secara bertahap tanpa harus ada pelaporan dokumen underlying yang harus disampaikan terlebih dahulu. 

“Karena mereka sudah tahu, setiap tahun kami harus menyediakan senilai kurang lebih Rp18-20 triliun, 80%-nya dalam bentuk mata uang asing,” imbuhnya.

Dengan demikian, dia menyampaikan bahwa pihaknya telah siap dengan persediaan mata uang asing yang lebih awal. BPKH nantinya akan mentransfer pembiayaan haji ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sesuai dengan nominal USD yang ditetapkan.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan pada awal tahun ini. Kemenhaj pun telah antisipasi dampaknya terhadap biaya haji. 

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menjelaskan pergerakan dolar AS dan riyal Arab Saudi terhadap rupiah sudah diantisipasi Badan Pengelola Keuangan Haji. 

"Teman-teman [BPKH] sudah antisipasi sejak beberapa bulan yang lalu," kata Irfan usai Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kementerian Haji dan Umrah dengan Komisi VIII DPR RI pada Rabu (21/1/2026).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Seperti Apa Bola Padel Terbaik? Inilah Standar dan Karakteristiknya
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Belum Penuhi Kriteria Perusahaan Sehat, OJK Cabut Izin Usaha Varia Intra Finance
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Ancang-Ancang Adaro (AADI) Menuju 2060 RI Bebas Energi Fosil Batu Bara
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Irjen Achmad Kartiko Jadi Kalemdiklat Polri, Irjen Andi Rian Jadi Wakalemdiklat
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Profil Lula Lahfah, Selebgram Berbakat di Dunia Akting dan Musik
• 22 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.