Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), hadir langsung menyambangi lokasi longsor di Lereng Gunung Burangrang, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1). Dia bahkan tampak turun langsung untuk mengevakuasi korban.
KDM tampak datang pada pukul 14.45 WIB menggunakan setelan serba putih. Ia disambut oleh para warga yang berada di sekitar lokasi dan para petugas BNPB, BPBD, Polisi, hingga TNI yang sudah berada di sana sebelumnya.
Berbekal sepatu bot di kaki, KDM menyusuri tanah longsor yang sudah menimbun rumah-rumah warga. Dia pun terlihat membantu petugas dalam mencari korban. Dalam peristiwa tersebut lebih dari 80 orang dinyatakan masih dalam pencarian.
“Saya tadi ikut mengevakuasi satu jenazah yang mengambilnya menghabiskan waktu hampir empat jam tapi bisa terangkat,” ucap KDM kepada wartawan.
Katanya, dalam proses evakuasi tersebut, ada total enam jenazah yang ditemukan.
“Yang ditemukan tiga, tadi satu lagi (jadi) empat dan ada dua lagi tadi yang diangkat. Ada enam,” jelas dia.
Usai menengok lokasi dan para korban selamat, KDM pun memutuskan, para korban selamat tidak akan dibiarkan untuk mengungsi di sekitar lokasi. Mereka akan dipindahkan ke kontrakan dan disiapkan dana Rp 10 juta per keluarga.
“Saya sudah mengambil keputusan untuk tidak berkumpul di sini. Tapi menyiapkan per keluarga Rp 10 juta untuk cari tempat kontrakan dan bekal hidup untuk dua bulan dulu,” ujarnya.
“Sehingga kita akan fokus me-recovery bencananya menyelesaikan penanganan pencarian korban yang masih tertimbun,” tambahnya.
Mereka pun nantinya tidak akan diizinkan untuk tinggal di sana lagi. Menurut KDM, para warga akan direlokasi.
“Direlokasi, enggak boleh lagi ada bangunan rumah di sana,” ucap KDM.
Longsor ini terjadi pada Sabtu dini hari. Menurut data sementara, 10 orang meninggal, 82 orang hilang, dan 400 orang mengungsi.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482375/original/077324100_1769178620-Strategic_Partnership_Announcement-9279.jpg)