BANDUNG BARAT, KOMPAS.TV - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menetapkan status darurat bencana usai terjadinya longsor di daerah tersebut pada Sabtu (24/1/2026) yang menimbulkan puluhan korban jiwa.
“Saya tetapkan per hari ini darurat bencana, karena korban cukup banyak,” ujar Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail di Bandung Barat, Sabtu, via Antara.
Ia menyatakan penetapan status tersebut untuk mempercepat proses penanganan di lapangan, termasuk pencarian warga yang masih dilaporkan hilang.
Jeje mengatakan pemerintah daerah akan memperkuat langkah mitigasi bencana ke depan, mengingat wilayah Bandung Barat dan Jawa Barat pada umumnya merupakan kawasan rawan bencana.
“Kami akan melakukan koordinasi secara masif, terutama di daerah rawan seperti perbukitan dan tanah miring,” ujarnya.
Jeje juga memastikan seluruh sumber daya pemerintah akan dimaksimalkan untuk penanganan korban dengan ditetapkannya status darurat bencana mulai hari ini.
Baca Juga: Kondisi Terkini Longsor Cisarua: BPBD Jabar Sebut 400 Warga Mengungsi, 10 Korban Tewas
Diberitakan sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun mengungkapkan ada dua titik longsor di Bandung Barat, Jabar, yang terjadi hari ini.
"Jadi hari ini memang terjadi dua longsoran ya, terjadi di Bandung Barat. Yang pertama di Pasirlangu, yang kedua terjadi di Lembang," ujarnya dalam Breaking News KompasTV, Sabtu.
Teten mengatakan longsor itu diduga terjadi karena intensitas hujan cukup tinggi. Ia juga menyebut daerah itu cukup rawan longsor berdasarkan kajian risiko bencana.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV, Antara
- bandung barat
- longsor bandung barat
- longsor cisarua
- bupati bandung barat
- darurat bencana
- Jeje Ritchie Ismail




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F10%2F02%2F5624abb136c09eebf1a0a523f409b637-20251002YGA10.jpg)