Dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan harus ditentukan melalui tiga gim. Jafar/Felisha menyerah lewat rubber game dengan skor 22-20, 19-21, 17-21. Meski demikian, pasangan peringkat sembilan dunia tersebut memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.
Selepas pertandingan, Felisha mengungkapkan bahwa dirinya dan Jafar kesulitan keluar dari tekanan, terutama akibat perubahan kondisi lapangan dan arah angin yang memengaruhi permainan mereka.
“Kesempatannya ada, tetapi kami gagal memanfaatkannya. Di gim kedua juga kami banyak tertekan. Kondisi lapangan membuat kami tidak nyaman dan memang kami tidak bisa keluar dari tekanan. Selain itu, ada beberapa kendala teknis,” ujar Felisha.
Jafar pun sependapat dengan pasangannya. Ia menilai tekanan bermain di lapangan utama menjadi salah satu faktor yang membuat mereka gagal mengoptimalkan permainan.
“Permainan sebenarnya cukup bagus dan tidak jelek. Hanya saja, di gim ketiga saya sudah menduga mereka akan bermain lebih cepat. Saya juga sudah bilang ke Felisha, tetapi tekanan itu membuat kami jadi ragu-ragu,” kata Jafar.
Selain tekanan, faktor teknis lain yang dihadapi Jafar/Felisha adalah pengaruh lapangan dan kondisi angin. Hal tersebut sangat terasa terutama saat memasuki gim penentuan. Baca juga: Indonesia Masters 2026: Alwi tak Menyangka Tembus Final Pada gim kedua, Jafar/Felisha mengaku bermain cukup nyaman. Namun, situasi berubah ketika berganti sisi lapangan di gim ketiga, yang membuat permainan mereka terasa lebih berat.
“Kondisi anginnya sangat terasa berbeda. Di gim kedua, saat saya banyak servis, situasinya cukup aman untuk membangun serangan. Tetapi setelah berganti lapangan, kendalinya jadi sulit,” jelas Felisha.
Ia menambahkan bahwa pasangan Denmark mampu memanfaatkan kondisi tersebut dengan bermain lebih cepat dan terus menekan. “Mereka menang angin dan langsung menekan. Kami justru kalah dalam tekanan sehingga tidak bisa mengantisipasi dengan baik,” lanjutnya.
Terkait target, terhenti di semifinal tentu tidak sesuai dengan harapan. Felisha sebelumnya menyebut bahwa target mereka di Indonesia Masters 2026 adalah meraih hasil terbaik.
“Kalau sesuai target memang belum tercapai. Namun, ini sudah menjadi bahan evaluasi, terutama bagaimana caranya keluar dari tekanan lawan,” tutur Felisha.
Felisha juga menegaskan bahwa kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi dirinya dan Jafar, khususnya dalam menghadapi situasi saat kalah angin dan memaksimalkan kekuatan permainan di kondisi lapangan tertentu.
“Untuk evaluasi ke depannya, power sebenarnya ada. Tapi saat kalah angin, kami sangat kesulitan untuk menyerang karena power-nya jadi kalah,” pungkasnya.
Sementara itu, Indonesia telah memastikan satu tempat di partai final Indonesia Masters 2026 dari sektor ganda putra, melalui pertemuan sesama wakil Merah Putih, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani melawan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




