JAKARTA, KOMPAS - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah melawat ke Inggris, Swiss, dan Perancis. Selain membawa kemitraan strategis yang baru disepakati dengan Inggris, Presiden juga membawa pulang keanggotaan Indonesia pada Dewan Perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pesawat yang membawa Presiden Prabowo bersama rombongan mendarat di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (24/1/2026) jam 17.30 WIB.
Di Lanud Halim Perdanakusuma, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BIN Letnan Jenderal (Purn) Muhammad Herindra menyambut kedatangan Presiden. Tak lama berbincang, Presiden kemudian menaiki mobil Maung Garuda Limousine bercat putih yang menjadi mobil kepresidenan dan pulang ke kediamannya.
Lawatan yang dimulai dengan keberangkatan Minggu (18/1/2026) siang ini berawal dari London, Inggris. Selama berada di Inggris, Presiden Prabowo menjalani sejumlah agenda seperti pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III. Kepala Negara juga menghadiri forum bisnis dan investasi yang diselenggarakan oleh Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy.
Dari pertemuan dengan PM Starmer, kemitraan strategis yang baru antara Inggris dan Indonesia disepakati. Kesepakatan ini tindak lanjut dari Joint Statement on a New Strategic Partnership between the Republic of Indonesia and the United Kingdom yang telah disepakati kedua pemimpin pada 2024 lalu.
Dalam kemitraan strategis baru ini, empat pilar utama bertumpu pada penguatan pertumbuhan ekonomi; kerja sama di bidang iklim, energi, dan alam; peningkatan pertahanan dan keamanan; serta pengembangan manusia dan masyarakat. Melalui empat pilar ini, Indonesia dan Inggris berkomitmen membangun kemitraan yang inklusif, berkelanjutan, dan strategis, sekaligus memperkokoh posisi kedua negara sebagai mitra utama di kawasan dan di tingkat global.
Presiden ingin membuat sepuluh kampus baru di Indonesia terutama di bidang kedokteran, kemudian di bidang STEM – science technology engineering and mathematics.
Salah satu kesepakatan dalam pertemuan dengan PM Inggris, menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, adalah komitmen investasi dari Inggris sebesar 4 miliar ponsterling atau setara Rp 90 triliun.
Kesepakatan kedua, terkait penguatan kerja sama di bidang maritim. Ketiga, kerja sama Pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.
“Jadi (pembuatan) kapalnya ini, nanti, menurut Menteri Kelautan, akan mempekerjakan sekitar 600.000 orang. Kenapa? Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia,” kata Teddy kepada wartawan di Bandar Udara Stansted, London, Inggris, Rabu (21/1/2026).
Selain itu, dari pertemuan dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, Presiden menjajaki kerja sama pendidikan. “Presiden ingin membuat sepuluh kampus baru di Indonesia terutama di bidang kedokteran, kemudian di bidang STEM – science technology engineering and mathematics,” tambah Teddy.
Kerja sama juga mencakup berbagai skema mulai peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris, pendirian kampus Inggris di Indonesia, hingga pertukaran dosen. Teddy juga menyebut pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri Pendidikan Inggris dan perwakilan Russell Group diharapkan dapat mendorong peningkatan universitas-universitas Indonesia di Tingkat global.
Dari pertemuan dengan Raja Charles III, Rabu (21/1/2026), dihasilkan komitmen kerja sama antara Indonesia-Inggris untuk memulihkan ekosistem dan melestarikan lingkungan hidup khususnya di kawasan taman nasional Indonesia.
“Intinya adalah ada kerja sama dan komitmen dari Inggris untuk membantu Indonesia dalam memperbaiki ekosistem dan memperindah pemulihan 57 taman nasional di Indonesia,” kata Teddy.
Dukungan itu juga termasuk Upaya konservasi yang telah dan sedang dilakukan di sejumlah Kawasan strategis seperti Taman Nasional Way Kambas yang selama ini dikenal sebagai pusat konservasi gajah Sumatera.
Kerja sama konservasi juga dilakukan di Peusangan, Aceh. Kawasan itu adalah tanah milik Presiden Prabowo yang telah diserahkan kepada negara untuk kepentingan pelestarian lingkungan dengan luas sekitar 90.000 hektar.
“Tapi tidak seluruhnya untuk konservasi gajah. Nanti akan disesuaikan oleh WWF mana yang untuk gajah, mana yang untuk ekosistem lainnya,” kata Teddy lagi.
Adapun di Davos, Swiss, Presiden Prabowo tak hanya berbicara di forum World Economic Forum. Presiden Prabowo juga mengikuti acara penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian atau Board of Peace Charter yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump.
Bersama AS dan delapan belas pemimpin negara lain, Presiden Prabowo menjadi penandatangan piagam itu.
Presiden Prabowo menyebut forum ini terbuka bagi negara-negara yang memiliki tujuan untuk perdamaian dan kemanusiaan. “Siapa yang ingin perdamaian di situ, siapa yang ingin bantu rakyat Gaza, rakyat Palestina,” ujarnya kepada wartawan seusai acara tersebut.
Kendati demikian, negara-negara Eropa menolak ikut serta dalam penandatanganan piagam BoP ini. Sejumlah pihak pun merujuk pernyataan Trump bahwa pada praktiknya, dewan ini bisa menggantikan beberapa fungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dari Davos, Presiden Prabowo pun melanjutkan lawatan ke Paris, Perancis. Dalam lawatan selama tujuh jam di Paris, kata Sugiono, Presiden Prabowo memenuhi undangan Presiden Perancis Emmanuel Macron.
Presiden Macron pun menyambut Presiden Prabowo di Istana Élysée dengan pasukan jajar kehormatan serta alunan detasemen musik. Jamuan santap malam pribadi pun digelar untuk Presiden Prabowo.
Dalam jamuan tersebut, dalam keterangan yang diterima Kompas, Sabtu (24/1/2026), kedua kepala negara membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–e di berbagai bidang strategis.
Teddy memastikan bahwa seluruh agenda kunjungan luar negeri Presiden Prabowo selalu diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi Indonesia. “Bapak Presiden kalau ke luar negeri, itu beliau ingin ada yang didapatkan, ada produknya, ada hasilnya, ada dampak positifnya untuk Indonesia,” katanya Teddy dalam keterangannya di Inggris pada Rabu (21/1/2026) lalu.




