Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi sebut rumah bantuan Pemprov Jabar masih bisa ditempati ramai jadi perbincangan. Hal ini bermula dari viralnya video rumah panggung bantuan Pemprov Jabar yang terendam banjir.
Ya, dalam video yang beredar di media sosial, banyak pemukiman warga yang terendam banjir sampai atap. Bahkan ketinggian air bisa mencapai ketinggian tiga meter.
Alhasil hal ini membuat netizen memandang nyinyir. Karena sebelumnya, lantai atas rumah panggung sempat diklaim aman dari banjir.
Namun pada kenyataannya, saat banjir melanda, rumah panggung bantuan Pemprov Jabar itu tetap terendam. Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi sebut rumah bantuan Pemprov Jabar masih bisa ditempati
Ia juga meminta netizen untuk melihat lebih teliti video yang terlanjur beredar di media sosial itu. Dimana sang gubernur memaparkan bahwa rumah seolah tenggelam hanya karena pengambilan sudut pandang kamera.
"Silakan lihat videonya. Di sampingnya itu rumah yang saya bangun, itu masih bisa ditinggali.
Rumah-rumah yang terlihat tenggelam itu karena anglenya (sudut pandang) rumah di samping rumah panggung yang saya bangun," beber Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id, Sabtu (24/1/2026).
Lebih lanjut, Dedi mengatakan rumah panggung bantuan Pemprov Jabar iyu sudah dirancang dengan ketinggian tertentu agar aman dari genangan banjir.
Dan menurut pengamatannya, sejauh ini rumah-rumah itu masih bisa ditempati.
"Rumah panggung yang dibangun itu memang ukurannya tinggi, sehingga masih bisa ditinggali meskipun banjir," imbuh Dedi Mulyadi.
Dedi lantas berseloroh bahwa video yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi rumah panggung bantuan Pemprov Jabar secara utuh.
Sementara itu, beralih dari masalah Dedi Mulyadi sebut rumah bantuan Pemprov Jabar masih bisa ditempati, sebelumnya ia sempat menawarkan relokasi kepada warga yang tinggal di kawasan rawan banjir.
Namun sayang, tawarannya tersebut tidak diterima oleh seluruh warga.
"Saya sudah menawarkan relokasi sejak saya dilantik jadi gubernur, tapi mereka tidak mau," ujar Dedi Mulyadi dikutip dari Kompas.com.
Dedi bahkan sempat meminta kepala desa (kades) untuk memberikan data lengkap rumah yang berada di wilayah rawan banjir untuk penanganan. Namun tidak diberikan kepadanya.
"Saya sempat minta data semua rumah yang berada di daerah sana yang rawan banjir. Tapi kades tidak memberikan semuanya," tandas Dedi Mulyadi. (*)
Artikel Asli

