Prabowo Pulang ke Indonesia, Bawa Komitmen Investasi dan Peran Perdamaian Dunia

merahputih.com
1 jam lalu
Cover Berita

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air usai menjalani rangkaian kunjungan kerja ke luar negeri. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden mendarat di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 17.41 WIB.

Setibanya di Jakarta, Prabowo disambut oleh sejumlah pejabat negara, yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra.

Selama lawatan luar negeri tersebut, Prabowo menjalani sejumlah agenda strategis yang berdampak langsung terhadap kepentingan nasional. Kunjungan diawali ke Inggris, di mana ia bertemu dengan Perdana Menteri Keir Starmer serta Raja Charles III.

Dari pertemuan tersebut, tercapai tiga kesepakatan utama. Pertama, komitmen investasi Inggris sebesar 4 miliar poundsterling, atau setara sekitar Rp90 triliun. Kedua, penguatan kerja sama di bidang maritim. Ketiga, kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.

Baca juga:

Pidato Presiden Prabowo di WEF 2026: Indonesia Tegas Pilih Perdamaian daripada Kekacauan

Selain sektor ekonomi dan maritim, Prabowo juga menaruh perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi.

Bentuk kerja sama tersebut meliputi peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, serta program pertukaran dosen.

Usai dari Inggris, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026. Di forum tersebut, Prabowo menyampaikan pidato di hadapan sekitar 1.000 CEO perusahaan besar dunia.

Baca juga:

Presiden Prabowo Sebut Indonesia kini Mitra Setara Investor Global lewat Danantara

Dalam paparannya, Prabowo menjelaskan gagasan dan arah kebijakan ekonomi Indonesia yang telah dirancang dan dijalankan, baik sebelum maupun selama masa kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Pidato ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok global, memperkuat citra investasi nasional, serta menarik minat investor di sektor energi hijau, ekonomi digital, dan sektor strategis lainnya.

Selain capaian ekonomi, kehadiran Indonesia di Davos juga membuahkan hasil diplomatik penting, yakni keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian. Keanggotaan ini dipandang sebagai langkah konkret Indonesia dalam mendorong upaya perdamaian global, termasuk penyelesaian konflik di Gaza. (Asp)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
3 Suplemen Kesehatan Wajib 2026: Rekomendasi Dokter untuk Tubuh Bugar
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pembangunan 40 Huntara di Adiankoting Tapanuli Utara Ditargetkan Selesai Akhir Bulan Ini
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Tensi Tinggi Penduduk Indonesia, Remaja Juga Banyak yang Mengalami Hipertensi
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Beasiswa Kuliah Warga Miskin di Surabaya Dipakai Anak Pejabat, Wali Kota Eri: Periksa Semua!
• 7 jam lalurealita.co
thumb
Roy Suryo Cs Tuding Proses Hukum Kasus Ijazah Jokowi Sebuah Pelanggaran HAM, Ini Alasannya
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.