Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Tapanuli Tengah
Pemerintah terus mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatra, termasuk di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara.
Salah satu fokus utama pemulihan adalah perbaikan dan pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah, khususnya jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat desa.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kehadiran negara secara nyata di wilayah terdampak bencana, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam pemulihan jangka menengah dan panjang.
Infrastruktur dasar dinilai menjadi kunci agar roda perekonomian, pendidikan, serta layanan publik dapat kembali berjalan normal pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir November lalu.
Berbagai kegiatan pembangunan jembatan tengah dilaksanakan di sejumlah titik strategis di Tapanuli Tengah.
Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Armco titik ke-2 di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, yang saat ini telah memasuki tahap persiapan. Pekerjaan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara prajurit TNI dan masyarakat setempat.
Selain itu, pemerintah juga membangun jembatan gantung di beberapa desa dan kecamatan. Di antaranya jembatan gantung di Bonalumban, Kecamatan Tukka; Kampung Mudik dan Desa Ujung Batu, Kecamatan Barus; serta Desa Sipan, Kecamatan Sarudik.
Rangkaian pembangunan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi akses vital bagi warga untuk menjangkau pusat kegiatan ekonomi, sekolah, fasilitas kesehatan, serta layanan pemerintahan.
Dengan terus dibangunnya jembatan-jembatan penghubung, desa-desa di Tapanuli Tengah kian tersambung. Akses yang kembali terbuka diharapkan mampu menghadirkan kembali harapan dan peluang bagi masyarakat untuk bangkit serta menata kehidupan pascabencana.
Pemerintah memastikan proses pembangunan dan penguatan infrastruktur di wilayah rawan bencana akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pemulihan menyeluruh.
Editor: Redaksi TVRINews




