FAJAR, MAKASSAR — Ratusan alumni Australia, perwakilan dunia usaha, anggota Australia–Indonesia Youth Association, serta Indonesia Youth Diplomacy berkumpul di Makassar, Jumat (24/1), dalam acara Australian Alumni Gala Dinner yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Australia di Makassar. Hadir dua Rektor yaitu Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa yang merupakan Ketua Ikatan Alumni Australia (Ikama) Sulsel dan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis.
Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, menyampaikan kebanggaannya atas kontribusi para alumni Australia bagi pembangunan Sulawesi Selatan.
“Saya bangga karena lebih dari 600 warga Sulawesi Selatan pernah belajar di Australia. Kini mereka berkontribusi besar bagi pembangunan Sulsel melalui berbagai posisi senior di pemerintahan, akademisi, masyarakat sipil, dan dunia usaha,” ujar Todd Dias.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang strategis bagi alumni untuk saling terhubung dan berbagi inspirasi.
“Acara ini memberi kesempatan bagi pengusaha alumni kami untuk mempresentasikan bisnis mereka. Sekaligus, memungkinkan alumni berbakat kami berjejaring dan menginspirasi generasi muda yang ingin melanjutkan studi di Australia,” tambahnya.
Tahun ini menandai satu dekade berdirinya Konsulat Jenderal Australia di Makassar sebagai pusat diplomasi Australia di Indonesia bagian timur. Konsulat Jenderal Australia di Makassar memiliki mandat memperkuat hubungan antar masyarakat Australia dengan 12 provinsi di kawasan tersebut, termasuk melalui dukungan aktif kepada jejaring alumni Australia.
Dalam kesempatan itu, Konsul Jenderal Todd Dias juga meluncurkan logo peringatan 10 tahun Konsulat Jenderal Australia di Makassar. Logo tersebut memadukan simbol kanguru sebagai representasi Australia dan perahu Phinisi sebagai ikon Sulawesi Selatan, yang merefleksikan sejarah pelayaran dan hubungan antarmasyarakat Sulawesi dan Australia Utara (Marege) sejak ratusan tahun lalu.
“Makassar memiliki ikatan sejarah panjang dengan Australia, khususnya melalui perdagangan teripang antara masyarakat Sulawesi dan masyarakat adat Australia Utara. Perayaan 10 tahun Konsulat Jenderal ini merupakan upaya melanjutkan warisan kekerabatan tersebut,” kata Dias.
Pada acara tersebut, empat alumni berprestasi menerima penghargaan yang dipilih melalui nominasi publik. Dr. Hj. Mernawati asal Jeneponto meraih Collaboration Partnership Award, Dr. Muhammad Roem dari Makassar dinobatkan sebagai Emerging Leader, sementara Prof. Apriana Toding asal Toraja menerima penghargaan kategori Innovation. Adapun Community Award diraih oleh Dr. Ariella Hana Sinjaya dari Makassar.
“Semua alumni kami luar biasa. Namun, saya secara khusus mengucapkan selamat kepada para pemenang. Mereka datang dari berbagai daerah dan bidang, tetapi memiliki kesamaan dalam memberi kontribusi dan dampak nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan,” ungkap Dias.
Konsulat Jenderal Australia di Makassar secara rutin menggelar kegiatan networking alumni di berbagai kota di Indonesia bagian timur, dengan puncak acara tahunan yang digelar di Makassar.
Sementara itu, program beasiswa Australia untuk tahun ini akan dibuka pada 1 Februari hingga 30 April. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui akun Instagram resmi @konjenmakassar. (edo/*)




