Labore Rilis Microbiome Skin Code, Teknologi Analisis Kulit Berbasis Sains

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Skin check kerap dianggap sebagai langkah awal sebelum memilih produk perawatan kulit. Biasanya, proses ini identik dengan mengenali jenis kulit atau mencari tahu penyebab permasalahan kulit yang muncul. Namun, seiring berkembangnya riset dermatologi, cara memahami kulit pun ikut berubah.

Beberapa masalah kulit bisa tampak serupa jika dilihat sekilas, tetapi memiliki penyebab yang berbeda tergantung jenis kulit. Kondisi seperti jerawat, kemerahan, atau kulit terasa sensitif tidak selalu berkaitan langsung dengan minyak berlebih atau pemakaian produk tertentu. Ada faktor lain yang ternyata berperan lebih dalam, yaitu skin microbiome.

Sebuah studi dalam Journal of Investigative Dermatology menyoroti peran skin microbiome atau kumpulan mikroorganisme alami di kulit yang berfungsi menjaga keseimbangan dan perlindungan kulit. Ketika keseimbangannya terganggu, berbagai masalah kulit dapat muncul meski rutinitas perawatan sudah terasa tepat.

Masalah Kulit Serupa, Akar Permasalahan Bisa Berbeda

Jerawat menjadi contoh permasalahan kulit yang paling sering ditemui. Pada sebagian orang, jerawat dipicu oleh produksi minyak berlebih. Namun pada kasus lain, pemicunya justru berkaitan dengan kondisi skin barrier atau ketidakseimbangan microbiome.

Pendekatan perawatan yang terlalu umum berisiko membuat masalah kulit berulang dan tak kunjung usai. Produk yang bekerja efektif pada satu orang belum tentu memberikan hasil serupa pada orang lain, meski keluhannya terlihat sama. Karena itu, memahami kondisi kulit secara lebih menyeluruh menjadi semakin relevan.

Skin check dengan analisis yang lebih mendalam membantu memetakan kondisi kulit tanpa bergantung pada asumsi. Proses ini mendorong perawatan yang lebih terarah, bukan sekadar mengikuti tren atau rekomendasi umum.

Ketika Skin Check Mulai Bersifat Lebih Personal

Perkembangan teknologi dan riset membuat skin check kini tidak lagi berhenti pada observasi visual. Analisis dilakukan untuk membantu mengenali faktor-faktor yang sering luput diperhatikan, termasuk keseimbangan lingkungan alami kulit.

Maka dari itu, LABORE memperkenalkan LABORE Microbiome Skin Code Intelligence yang dirancang untuk menganalisis kulit secara menyeluruh untuk memahami kondisi kulit. Pemeriksaan ini membantu melihat kondisi kulit secara lebih detail, sehingga rekomendasi perawatan tidak bersifat general atau coba-coba.

Hasil skin check juga dapat digunakan sebagai acuan awal atau contekan untuk diskusi lanjutan dengan ahli atau dermatolog. Dengan data yang lebih lengkap, proses konsultasi dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Mengenal Skin Check ‘Next Level’ di Paragon BST 2026

Pendekatan skin check berbasis sains ini bisa kamu coba dalam rangkaian acara Paragon Beauty Science Tech 2025. Kehadiran LABORE Microbiome Skin Code Intelligence tentunya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan cara baru memahami kulit secara lebih menyeluruh.

Event ini berlangsung di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan pada 21–25 Januari, dan menjadi kesempatan untuk mengenal skin check yang tidak hanya berfokus pada jenis kulit, tetapi juga kondisi kulit secara keseluruhan. Melalui pengalaman ini, skin check diposisikan sebagai langkah awal sebelum menentukan perawatan kulit yang lebih komprehensif.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cek Sebelum Berobat, 21 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Kesehatan
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bupati Agam optimis bangkit berkat dukungan pemerintah pusat 
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Padi Reborn Siap Gelar Konser di Jakarta, Rayakan 28 Tahun Berkarya
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
5 Oknum TNI AL Ditahan Pomal Melonguane usai Diduga Aniaya Warga
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Wapres Gibran Tinjau Lokasi Longsor Cisarua, Minta Penanganan Prioritaskan Kelompok Rentan
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.