GenPI.co - Warga di perairan Maluku Utara (Malut) diminta waspda adanya potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi hingga 4 meter.
Prakirawan Cuaca BMKG Sultan Baabullah Ternate Muhammad Fauzi Bintiang mengatakan kondisi ini dipicu adanya pola angin di Indonesia bagian utara yang umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 6–25 knot.
Sedangkan di Indonesia bagian selatan angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6–35 knot.
Pihaknya kemudian mengeluarkan peringatan dini cuaca dan gelombang tinggi di sejumlah perairan.
“Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di perairan barat laut Morotai, kemudian ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Kepulauan Loloda, perairan barat daya Morotai, perairan Kepulauan Batang Dua, perairan barat Kayoa, perairan barat kaut Obi, perairan utara Mangole, dan perairan utara Taliabu,” kata dia, Sabtu (24/1).
Fauzi mengungkapkan adanya potensi risiko keselamatan pelayaran di perairan Halmahera Barat, perairan Ternate, perairan barat Bacan, dan perairan barat daya Obi.
Begitu pula dengan di perairan timur Sanana, perairan timur Kepulauan Halmahera, perairan timur laut dan tenggara Morotai, serta perairan Gebe.
Dia mengungkapkan perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.
Sedangkan kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Lalu kapal feri berisiko apabila angin mencapai 21 knot dengan gelombang 2,5 meter.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di seluruh wilayah Maluku Utara, serta peningkatan tinggi gelombang laut,” jelas dia.
Pihaknya juga mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir, supaya meningkatkan kewaspadaan dan menunda pelayaran jika kondisi cuaca membahayakan.(ant)
Video heboh hari ini:




