Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan Sebagai Penyebab Longsor di Cisarua Bandung

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bandung: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Ia turut membantu proses evakuasi korban meninggal dunia yang tertimbun material longsoran.

Dedi terlihat terjun bersama warga dan petugas gabungan untuk mengevakuasi korban. Setelah lebih dari satu jam, satu jenazah berhasil dievakuasi dari timbunan tanah, batu, dan pohon.

Menurut Dedi, kondisi tanah di lokasi longsor sangat labil dan berbahaya karena tumpukan material yang berpotensi kembali ambles. Hal tersebut membuat proses evakuasi berjalan lambat dan penuh risiko.

"Medannya sangat berat. Tanahnya bertumpuk dan bisa amblas kapan saja. Ada korban yang sedang tidur, tergulung kasur dan selimut, lalu tertimpa batu dan pohon," kata Dedi di lokasi kejadian, Sabtu, 24 Januari 2026.
 

Baca Juga :

Pencarian 82 Korban Hilang Tertimbun Longsor di Bandung Barat Terkendala Cuaca


Dedi menuturkan, hingga saat ini data jumlah korban masih bersifat dinamis seiring proses pencarian yang terus berlangsung. Petugas pun harus ekstra hati-hati karena medan yang dipenuhi lumpur serta hujan masih mengguyur kawasan Cisarua.

"Kita belum bisa memastikan jumlah korban. Fokus hari ini adalah mengevakuasi jenazah secara bertahap, setelah itu dilanjutkan dengan pemulihan lingkungan," beber Dedi.

Dedi juga menyoroti dugaan kuat adanya alih fungsi lahan di kawasan tersebut. Ia menegaskan, area yang longsor merupakan lahan perkebunan yang dibuka hingga ke puncak bukit dan menggunakan plastik mulsa.


Longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

"Faktornya sudah sangat jelas. Kebun dibuka sampai ke atas, menggunakan plastik. Ini bentuk alih fungsi lahan yang berdampak serius terhadap lingkungan," ungkap Dedi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Dedi, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola lahan di kawasan rawan bencana guna mencegah kejadian serupa terulang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gonjang-Ganjing Alejandro Garnacho: Baru Lima Bulan di Chelsea, Sudah Ingin Angkat Kaki?
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
14 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir Imbas Hujan-Luapan Sungai
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Populasi China Turun 4 Tahun Beruntun, Angka Kelahiran Catat Rekor Terendah
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Indonesia Masters 2026: Gagal ke Final, Lanny/Apriyani Akui Banyak PR
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Polda Metro Bongkar Peredaran Sabu dan Ribuan Ekstasi, Pasutri Muda Ditangkap!
• 18 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.