TABLOIDBINTANG.COM - Film horor Kuyank yang diadaptasi dari cerita rakyat, urband legend masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan tayang di bioskop mulai 29 Januari 2026.
Menghadirkan kisah mistis yang berakar kuat pada budaya lokal, Kuyank hadir sebagai prekuel dari Saranjana: Kota Gaib.
Disutradarai oleh Johansyah Jumberan, film Kuyank dibintangi Rio Dewanto, Ochi Rosdiana, Putri Intan Kasela, dan Hamzan Al Idrus.
Film ini juga menjadi pengalaman perdana bagi Rio Dewanto menjalani proses syuting di Tanah Kalimantan. Aktor tersebut mengaku mendapatkan kesan mendalam selama berada di lokasi.
“Syuting di Banjar itu menyenangkan. Kalau tidak ada film ini, mungkin saya tidak pernah ke Kalimantan. Orang-orangnya ramah, cuma saya heran, kenapa di sana banyak restoran Wong Solo,” ucap Rio sambil tersenyum di acara Gala Premier film Kuyank, XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (23/1) malam.
Rio mengungkap, selama di lokasi syuting dirinya banyak mendengar cerita mistis soal kuyank. Menurutnya, banyak warga di Kalimantan menganggap sosok Kuyang bukanlah sekadar cerita fiksi.
"Mereka banyak yang masih mempercayai bahwa bahwa Kuyang ini memang memang ada gitu, hantu Kuyang ini memang nyata," ungkap Rio Dewanto.
Tidak sekadar menyuguhkan ketegangan dan jumpscare, film Kuyank juga mengangkat konflik emosional dalam sebuah keluarga yang menjadi awal lahirnya kutukan.
Penulis skenario Asaf Antariksa mengungkapkan bahwa film ini lahir dari kegelisahan sosial masyarakat Banjar.
“Mitos yang kami angkat sebenarnya tidak sepenuhnya soal membunuh. Dalam budaya Banjar, Kuyank sering dikaitkan dengan keinginan untuk cantik, awet muda, dan menjaga kasih sayang suami,” ujar Asaf.
Asaf menambahkan, sebagian besar cerita dalam film ini diadaptasi dari kehidupan masyarakat perairan Kalimantan yang masih memegang kuat adat serta kepercayaan terhadap hal-hal gaib.
“Hampir 80 persen cerita terinspirasi dari kehidupan nyata masyarakat Banjar. Visualnya pun kami bangun sesuai ekosistem perairan Kalimantan, sesuatu yang jarang diangkat di film horor Indonesia,” lanjutnya.
Diproduksi oleh Dari Hati Film, Johansyah Jumberan selaku produser menegaskan film Kuyanki digarap dengan keseriusan penuh sebagai pengembangan dari semesta Saranjana.
“Produksi film ini tidak main-main. Banyak set yang kami bangun sendiri, penggunaan kamera kelas dunia, hingga tim CGI yang sudah dua kali meraih penghargaan FFI,” terang Johansyah.
Film Kuyank bercerita soal tujuh tahun sebelum gerbang Saranjana terbuka, cinta Rusmiati (Putri Intan Kasela) dan Badri (Rio Dewanto) runtuh ketika tekanan adat dan ramalan buruk memaksa Rusmiati mencari jalan gelap: ajian Kuyang.
Keputusannya memicu teror yang menghantui bayi dan perempuan hamil, sementara identitasnya perlahan terkuak. Saat amuk massa siap menelan segalanya, Badri harus memilih antara cinta yang ia pertahankan, atau masyarakat yang menuntut darah.



