Bantah Jual Saham BIJB, KDM Usul Tukar Guling Bandara Jabar dan Soroti Lagi Masalah Whoosh: Ada yang Aneh!

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak berencana menjual saham Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Gubernur yang akrab disapa KDM alias Kang Dedi Mulyadi itu menyebut opsi yang ditawarkan kepada pemerintah pusat adalah skema tukar guling aset strategis atau ruislag.

Melalui skema itu, Pemprov Jabar mengusulkan agar pengelolaan dan kepemilikan BIJB Kertajati dialihkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat.

Bandara ini diusulkan untuk dikembangkan sebagai kawasan industri pertahanan. Sebagai gantinya, Pemprov Jabar mengajukan pengambilalihan pengelolaan Bandara Husein Sastranegara beserta kawasan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

"Bukan saham BIJB Kertajati yang dilepas. Pemerintah pusat, dalam hal ini Pak Presiden, melihat ada beban fiskal pada APBD IAnggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Provinsi Jabar yang berat karena setiap tahun harus mengeluarkan biaya operasional," kata KDM di Bandung, dikutip Sabtu (24/1/2026).

KDM menjelaskan, gagasan tersebut muncul karena BIJB Kertajati dinilai sulit berkembang secara optimal akibat kebijakan transportasi yang tidak selaras. Kondisi ini membuat bandara tersebut belum mampu menarik penumpang dalam jumlah signifikan.

Orang nomor dsatu di Jabar ini menyoroti masih beroperasinya Bandara Halim Perdanakusuma serta keberadaan Kereta Cepat Whoosh yang dinilai menggerus minat masyarakat Bandung dan Jakarta untuk menggunakan Bandara Kertajati.

"Ada sesuatu yang aneh. Satu sisi kita dorong ke Kertajati, tapi di sisi lain ada Whoosh, kemudian Halim tetap buka. Ya, orang pasti pilih Halim dibanding Kertajati," ujar KDM.

Menurutnya, hingga kini BIJB Kertajati belum menunjukkan kemampuan untuk menutup biaya operasional secara mandiri tanpa dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

Sebagai alternatif, Dedi mengusulkan agar Bandara Kertajati dialihkan fungsinya menjadi pusat industri pertahanan nasional.

Ia menyebut usulan tersebut telah mendapat respons positif dari Presiden RI Prabowo Subianto.

"Saya mengusulkan kawasan Kertajati menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri. Ini mendapat respons positif, sehingga Presiden memiliki harapan Kertajati menjadi pangkalan TNI Angkatan Udara," ucapnya.

Dedi juga mengungkapkan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Menteri Sekretaris Negara serta Menteri Pertahanan untuk membahas rencana tersebut lebih lanjut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jakarta Tambah 4 Pompa Air Tangani Banjir Rawa Buaya
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana, Berbagi Pengharapan dan Sukacita
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Profil Desa Pasirlangu, Desa Terdampak Longsor di Bandung Barat
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arsenal vs Man United, Mikel Arteta Waspadai Racikan Taktik Michael Carrick
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
11 Orang Tewas dalam Insiden Kepulan Asap Tambang Emas Ilegal di Bogor, Dedi Mulyadi Minta Polisi Buru Sosok Ini!
• 6 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.