REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Dinas Perpustakaan Kota Makassar telah menerima donasi sebanyak 1.500 judul buku dari berbagai sumber sejak tahun 2025 hingga sekarang. Donasi ini berasal dari perorangan, korporat, dan pihak swasta, kata Pustakawan Dinas Perpustakaan Makassar, Tulus Wulan Juni, pada Sabtu (24/1) di Makassar, Sulawesi Selatan.
Program Donasi Buku ini tidak hanya diperuntukkan bagi Dinas Perpustakaan Makassar, tetapi juga disalurkan ke perpustakaan binaan, seperti perpustakaan sekolah dan posyandu. Tulus menyebutkan bahwa sejumlah sekolah telah menerima bantuan, termasuk perpustakaan di Rumah Tahanan (Rutan).
Beberapa pihak yang berpartisipasi dalam Program Donasi Buku mencakup Yayasan Kidstar dengan 31 judul buku dan 124 eksemplar, serta Yayasan Al Bayan yang menyumbangkan 116 judul dengan 143 eksemplar. Bank Mandiri Region X/Sulawesi dan Maluku juga telah memberikan donasi buku melalui Regional Human Capital sebanyak dua kali.
Dua hari sebelumnya, Fariz, Perwakilan Human Capital Bank Mandiri, menyerahkan 160 judul buku langsung kepada Tulus Wulan Juni. Donasi ini merupakan bagian dari program Mandiri Peduli, yang mengumpulkan buku dari karyawan Bank Mandiri sebagai kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi.
Menurut Tulus, program donasi dari Bank Mandiri sejalan dengan inisiatif Dobrak Literasi (Dropbook Bergerak untuk Literasi) dari Dinas Perpustakaan Makassar. Program ini bertujuan mengelola buku donasi agar dapat disalurkan ke perpustakaan yang membutuhkan, memastikan buku dapat diakses oleh lebih banyak pembaca.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Selain itu, Dinas Perpustakaan juga telah membangun jaringan Dropbook Point di 10 sekolah, sebagian besar sekolah swasta, melalui program Dobrak Literasi. Fariz menambahkan bahwa jika kotak donasi penuh, maka akan diserahkan kembali ke Dinas Perpustakaan.