95.400 Benih Sawit dari Sumsel Diekspor ke Peru

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan memfasilitasi ekspor 95.400 butir benih kelapa sawit dari provinsi setempat ke Peru.

"Untuk memfasilitasi ekspor tersebut, petugas Satuan Pelayanan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, melakukan pemeriksaan dan sertifikasi terhadap benih kelapa sawit tersebut," kata Kepala BKHIT Sumatera Selatan Sri Endah Ekandari seperti dikutip dari Antara, Minggu (25/1).

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan benih memenuhi persyaratan teknis negara tujuan, khususnya bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) Marasmius sp yang dipersyaratkan oleh otoritas karantina Peru.

Kegiatan pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik, serta pengujian kesehatan benih sesuai standar karantina tumbuhan. Hasil pemeriksaan memastikan seluruh benih kelapa sawit yang diekspor ke Peru dinyatakan sehat dan bebas dari OPTK Marasmius sp.

Ia mengatakan, ekspor benih kelapa sawit ke Peru ini telah dilengkapi dengan izin impor (import permit) dari otoritas Peru. Selain itu, seluruh proses layanan ekspor telah melalui mekanisme Single Submission Quarantine Customs (SSmQC) yang terintegrasi, sehingga mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan transparansi pelayanan karantina bagi pelaku usaha.

Pemenuhan persyaratan teknis negara tujuan merupakan kunci kelancaran ekspor.

“Petugas kami telah melakukan pemeriksaan secara teliti untuk memastikan setiap komoditas ekspor, benih kelapa sawit itu memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan untuk menjaga kepercayaan pasar internasional,” ujarnya.

BKHIT Sumsel memastikan benih yang diekspor benar-benar bebas dari OPTK yang dipersyaratkan negara tujuan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh agar benih yang dikirim aman, sehat, dan sesuai ketentuan.

Melalui kegiatan itu, jajaran BKHIT Sumsel memantapkan komitmen dalam mendukung kelancaran ekspor komoditas dengan tetap mengedepankan aspek perlindungan sumber daya alam hayati serta pemenuhan standar internasional.

"Sinergi antara kepatuhan pelaku usaha dan layanan karantina yang profesional diharapkan terus mendorong peningkatan daya saing ekspor Indonesia di pasar global," harap Sri Endah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kejutan Bryan Ruiz Tumbangkan Raksasa Italia
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Cerita Warga Rawa Buaya Jakbar 6 Kali Rumah Kebanjiran dalam Sebulan
• 21 jam laludetik.com
thumb
Kenal Korban Sejak SMP, Pemuda 19 Tahun Jadi Tersangka Pencabulan Anak di Cisauk
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Kondisi Terkini 3 Wilayah Lereng Gunung Slamet yang Terdampak Banjir Bandang
• 15 jam laludetik.com
thumb
Indonesia Masters: Lanny/Apriyani Kalah 2 Gim Langsung dari Wakil Malaysia
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.