Jakarta, VIVA – Grup band Padi Reborn memastikan kolaborasi spesial bersama Sal Priadi dan Fanny Soegi dalam Konser Dua Delapan. Konser yang akan digelar di Tennis Indoor Senayan pada Sabtu, 31 Januari 2026, ini menjadi panggung penting yang mempertemukan lintas generasi musisi Indonesia.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari selebrasi 28 tahun perjalanan Padi Reborn di industri musik, sekaligus penanda kematangan musikal band asal Surabaya ini dalam merangkul warna dan energi baru tanpa meninggalkan identitas mereka. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Padi Reborn melihat Sal Priadi dan Fanny Soegi sebagai dua musisi dengan karakter kuat yang relevan dengan semangat Konser Dua Delapan. Keduanya dikenal memiliki basis pendengar yang luas dan lintas generasi, sejalan dengan misi konser ini untuk menembus batas usia, gender, dan latar belakang penonton.
Sang drummer, Ari menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pemanis panggung, melainkan upaya sadar untuk menghadirkan perspektif musikal yang segar.
“Kami ingin menghadirkan energi baru yang fresh di konser ini tanpa mengubah identitas Padi Reborn. Sal Priadi dan Fanny Soegi adalah dua musisi yang berkarakter, dan bisa memberi penyegaran di lagu-lagu Padi Reborn. Kolaborasi dengan Sal dan Fanny juga makin terasa harmoni karena ternyata mereka juga menyukai lagu-lagu kami,” terang Ari dalam keterangannya, dikutip Sabtu 24 Januari 2026.
Menurut Ari, kesamaan rasa dan kedekatan emosional terhadap karya-karya Padi Reborn menjadi fondasi kuat dalam membangun harmoni di atas panggung Konser Dua Delapan.
Kehadiran Sal Priadi dan Fanny Soegi di Konser Dua Delapan mencerminkan keterbukaan Padi Reborn terhadap dialog lintas generasi dalam musik Indonesia. Padi Reborn membawa warisan lagu-lagu yang telah hidup selama hampir tiga dekade, sementara Sal dan Fanny menghadirkan sudut pandang baru dari generasi pendengar yang tumbuh di era berbeda.
Kolaborasi ini dirancang untuk tetap menjaga signature Padi Reborn, sekaligus memberi ruang eksplorasi musikal yang lebih luas. Aransemen lagu akan disesuaikan agar karakter masing-masing musisi tetap terasa, namun tetap berpadu dalam satu kesatuan konsep konser.




