China Masuk Era Robot, Permintaan Profesi Ini Melonjak Tajam

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi global terus mengubah peta kebutuhan tenaga kerja, terutama di sektor industri berteknologi tinggi. Negara-negara dengan basis manufaktur kuat kini berlomba mempercepat adopsi teknologi canggih untuk menjaga daya saing ekonomi di tengah perubahan struktur industri dunia.

China menjadi salah satu contoh paling nyata dari transformasi tersebut. Pada penghujung 2025, sektor-sektor berbasis teknologi tinggi menunjukkan akselerasi signifikan, tidak hanya dari sisi produksi dan inovasi, tetapi juga dalam penyerapan tenaga kerja. 

Baca Juga :
Uni Eropa Mulai Jauhi China dan Huawei
Pesawat Azur Air dari Phuket Tujuan Rusia Mendarat Darurat di Bandara China

Industri robotik China mencatat peningkatan tajam dalam kebutuhan tenaga kerja pada kuartal IV 2025. Laporan platform rekrutmen daring Zhaopin menunjukkan, lowongan kerja di sektor robotik naik 37,3 persen secara tahunan, menjadikannya salah satu bidang dengan pertumbuhan tercepat di sektor peralatan kelas atas.

Permintaan tersebut didorong oleh berkembangnya apa yang disebut sebagai new quality productive forces, yakni kekuatan produktif baru yang bertumpu pada teknologi mutakhir, efisiensi tinggi, dan inovasi berkelanjutan. 

"Sejumlah sektor seperti teknologi informasi generasi terbaru, peralatan kelas atas, serta material baru menjadi motor utama peningkatan kebutuhan tenaga kerja, ditandai dengan meningkatnya jumlah lowongan, tren kenaikan gaji, dan tuntutan keahlian yang semakin spesifik," tulis laporan Global Times, seperti dikutip pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Pada periode Oktober hingga Desember 2025, profesi teknisi commissioning dan debugging robot mencatat pertumbuhan tertinggi, dengan lonjakan lowongan mencapai 64,1 persen secara tahunan. Posisi insinyur robot industri juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 60,6 persen. 

Selain robotik, sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence turut menunjukkan pertumbuhan solid. Lowongan kerja di bidang AI meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan permintaan terbesar datang dari posisi terkait algoritma. 

Profesi insinyur algoritma bahkan mencatat lonjakan hingga 110,1 persen, dengan rata-rata gaji bulanan mencapai 25.236 yuan, menjadikannya salah satu posisi paling menonjol di sektor teknologi informasi generasi baru.

Perkembangan juga terlihat pada ekonomi ketinggian rendah atau low-altitude economy. Permintaan tenaga insinyur drone melonjak 59,4 persen secara tahunan, seiring meluasnya pemanfaatan drone di berbagai bidang seperti inspeksi, keamanan, hingga pertanian. Sektor ini mulai membentuk struktur kebutuhan talenta tersendiri, mencerminkan kematangan industri yang kian meningkat.

Baca Juga :
Menohok! China Jawab Nyinyiran Trump soal Energi Angin: Kami Terbesar di Dunia
Trump Menyerang, China Tetap Tenang
Pentagon Ungkap Rencana Ekspansi China di Taiwan hingga Senkaku: Beijing Diam Tanda Setuju

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rehabilitasi DAS GSM Lampaui Target, Capai 83 Persen
• 15 jam laludetik.com
thumb
Ingin Lulus Ujian dari Allah? Ini Kuncinya Menurut Mufti Menk
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
BRI Super League: Persebaya Beraroma Revans, Francisco Rivera Pede Raup Poin Penuh di Markas PSIM
• 15 jam lalubola.com
thumb
BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Jatim Hari Ini Cerah Berawan Saja
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mobil Racing Bulls untuk F1 2026 Resmi Mengaspal di Imola, Liam Lawson Tertangkap Kamera Sedang...
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.