BGN Pastikan Tidak Maksa Sekolah untuk Terima Program MBG 

eranasional.com
7 jam lalu
Cover Berita

Banyuwangi, ERANASIONAL.CON – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, memastikan bahwa tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh memaksa sekolah agar para siswanya menjadi penerima manfaat MBG.

“Para Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,” kata Nanik dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/1).

Nanik menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya.

Penyebabnya, lanjut dikatakannya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan, menolak menerima MBG.

“Sekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,” ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik.

Tapi, penerimaan MBG sifatnya suka rela. Tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah.

“Pokoknya, Ka SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,” kata Ketua Harian Tim Koordinasi Pelaksana Program MBG yang melibatkan 17 Kementerian dan Lembaga itu.

Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan.

“Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Masih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,” tandas dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Analisis URC: RMS Gabung PSI Dinilai Strategi Cerdas untuk Bidik Peluang Jadi Menteri
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Perajin Magelang Sulap Batuan Sisa Erupsi Merapi Jadi Cobek Ekspor Bernilai Tinggi
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jakarta Electric PLN Dibungkam Gresik Petrokimia, Alim Suseno: Banyak Blunder
• 14 jam lalugenpi.co
thumb
Badai Matahari Picu Gangguan Magnetik Bumi, Begini Dampaknya di Indonesia
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tiga ASN KKP yang Gugur dalam Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Diberi Kenaikan Pangkat Anumerta
• 27 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.