VIVA – Kemenangan telak Como 1907 atas Torino di Liga Italia justru direspons dengan nada berbeda oleh Presiden klub, Mirwan Suwarso. Di tengah pesta enam gol, ia memilih menekankan satu hal yang jarang disorot usai kemenangan besar: sikap rendah hati dan empati kepada lawan.
Pesan itu disampaikan Mirwan Suwarso melalui unggahan Instagram Story pribadinya, tak lama setelah laga usai.
Pria kelahiran Madiun tersebut mengingatkan pentingnya menjaga rasa hormat, sekaligus mendoakan Torino agar mampu melewati sisa musim 2025–2026 dengan hasil lebih baik.
- Como 1907
“Kepada keluarga tercinta Como, dengan setiap kemenangan, kita harus ingat untuk tetap rendah hati dan menghormati perasaan lawan-lawan kita. Kita semua merupakan bagian dari keluarga sepak bola Italia. Kita ingin semua orang berhasil dan tidak ingin ada yang menderita dalam keluarga kita,” tulis Mirwan.
“Kepada teman-teman kita di Torino, tetaplah tegar dan saya doakan yang terbaik untuk sisa musim ini,” sambungnya.
Sikap tersebut datang di tengah performa dominan Como pada giornata ke-22 Serie A. Bermain di kandang sendiri, Stadio Giuseppe Sinigaglia, Minggu 25 Januari 2026, Como tampil tanpa kompromi dan menundukkan Torino dengan skor mencolok 6-0.
Keunggulan Como sudah terlihat sejak babak pertama. Anastasios Douvikas membuka skor cepat pada menit ke-8, sebelum Martin Baturina menggandakan keunggulan delapan menit berselang. Dua gol awal itu memberi kendali penuh bagi tuan rumah hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tekanan Como tidak mengendur. Douvikas kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-66 untuk melengkapi brace. Tiga gol tambahan kemudian menyusul melalui Lucas Da Cunha, Nicolas Kühn, dan Maxence Caqueret, memastikan kemenangan telak tanpa balas.
Di tengah hasil besar tersebut, pernyataan Mirwan Suwarso menjadi penanda pendekatan kepemimpinan yang ia bawa di Como. Alih-alih larut dalam euforia, ia menempatkan kemenangan sebagai bagian dari perjalanan kompetisi yang tetap menuntut sportivitas dan penghormatan terhadap lawan.
Respons ini sekaligus memperlihatkan bahwa di balik performa agresif di lapangan, Como tetap menjaga nilai-nilai yang lebih luas dalam sepak bola. Bagi klub dan kompetisi, kemenangan besar bukan hanya soal angka di papan skor, tetapi juga tentang bagaimana sikap ditunjukkan setelah peluit akhir berbunyi.




