SIG Pasok 115 Ribu Ton Semen untuk Proyek Kilang Terbesar RDMP Balikpapan

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) telah memasok sebanyak 115.609 ton semen untuk proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, yang merupakan proyek kilang minyak terbesar dan termodern di Indonesia.

Dukung Proyek Strategis Nasional dan Ketahanan Energi

Semen yang dipasok adalah tipe V DuPro+ HSR, digunakan untuk pekerjaan peningkatan kilang eksisting dalam proyek tersebut.

Menurut Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, keterlibatan SIG dalam proyek RDMP merupakan bentuk dukungan terhadap Astacita Presiden Prabowo Subianto dan sejalan dengan tujuan mendorong kemandirian energi nasional serta melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi.

Proyek RDMP Balikpapan sendiri masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kilang ini akan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 360.000 barel minyak per hari, menjadikannya fasilitas pengolahan minyak terbesar di Indonesia.

Proyek telah dibangun sejak tahun 2019 dan mencakup fasilitas penerimaan minyak mentah, proses pengolahan, serta sistem pendukung rantai pasok energi nasional.

Tujuan utama proyek ini adalah meningkatkan volume dan kualitas bahan bakar minyak (BBM), sekaligus menyesuaikan dengan standar lingkungan yang lebih ketat.

Semen Khusus untuk Infrastruktur Energi

Semen tipe V DuPro+ HSR dari SIG dirancang untuk lingkungan ekstrem dan telah digunakan dalam berbagai proyek besar di sektor energi dan transportasi.

Proyek-proyek tersebut antara lain PLTU Karangkandri, PLTU Pacitan, PLTU Suralaya, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Adipala Cilacap, PLTU Indramayu, PLTGU Tenayan Riau, Dermaga Kalibaru, dan Jembatan Youtefa.

Pemerintah memandang pengembangan kilang sebagai upaya menekan impor BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka menengah dan panjang.

Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan proyek RDMP Balikpapan dan menyatakan harapan agar ketergantungan pada impor BBM dapat terus menurun.

Nilai total investasi proyek ini mencapai sekitar Rp123 triliun.

Selain memodernisasi kilang dan meningkatkan kapasitas pengolahan, proyek ini juga ditujukan untuk menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Kapasitas 360.000 barel per hari dari kilang ini diperkirakan setara dengan sekitar 22–25 persen kebutuhan nasional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cuaca Ekstrem, Bencana Longsor dan Banjir Masih Melanda Sejumlah Daerah di Pantura Jawa Tengah
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Banjir Masih Rendam 19 RT di Jakarta pada Minggu Pagi, Ini Daftarnya
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
KKP beri penghormatan terakhir untuk korban kecelakaan pesawat ATR
• 20 menit laluantaranews.com
thumb
Agenda Padat di Sepanjang 2026, John Herdman Berharap Timnas Indonesia Punya Skuad yang Gemuk
• 2 jam lalubola.com
thumb
JICA Perkuat Dukungan kepada Polresta Gorontalo Kota untuk Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.