Trump Mau Genjot Produksi Minyak Venezuela, Sudah Ajak Perusahaan Energi AS

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berniat menggandeng perusahaan energi mereka baik di produsen minyak maupun kontraktor ladang minyak untuk menggenjot percepatan produksi minyak Venezuela. Hal itu merupakan bagian dari rencana pembangunan ulang industri minyak Venezuela yang diperkirakan akan memakan biaya USD 100 miliar.

Dikutip dari Bloomberg pada Minggu (25/1), saat ini AS memang tengah membicarakan hal itu dengan perusahaan produsen minyak Chevron Corp. Selain itu, terdapat pula beberapa kontraktor ladang minyak asal AS seperti Baker Hughes Co., Halliburton Co., dan perusahan asal Prancis yang terdaftar di bursa saham New York (NYSE), Schlumberger atau SLB Ltd.

Dengan langkah itu, upaya pembangunan ulang industri minyak Venezuela diperkirakan bisa memakan biaya lebih kecil dari USD 100 miliar. Nantinya Baker Hughes, Halliburton dan SLB akan berfokus pada perbaikan atau penggantian peralatan produksi yang rusak atau usang di Venezuela.

Sementara itu, Chevron akan lebih dulu memaksimalkan aset yang sudah ada di Venezuela. Chevron menargetkan peningkatan produksi hingga 50 persen dari usaha patungannya dengan perusaahaan minyak Venezuela, PDVSA dalam 18 sampai 24 bulan ke depan.

Saat ini, joint venture tersebut memproduksi sekitar 240 ribu barel per hari. Chevron juga sudah menyatakan bahwa mereka siap membantu Venezuela membangun masa depan yang lebih baik sekaligus memperkuat ketahanan energi dan keamanan kawasan.

Percepatan langkah ini memang didesain untuk memenuhi tujuan Presiden AS Donald Trump yang ingin meningkatkan produksi minyak Venezuela dengan segera usai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Trump menargetkan produksi minyak Venezuela bisa mendekati puncak produksi tahun 1970 yakni sekitar 3,75 juta barel per hari. Di masa tersbeut, negara itu mengoperasikan sekitar 75 rig pengeboran. Saat ini, produksi minyak Venezuela masih di bawah 1 juta barel per hari.

“Penjualan minyak Venezuela akan menguntungkan kedua negara dan menurunkan harga minyak lebih jauh. Kami memproduksi minyak lebih banyak daripada kapan pun dalam sejarah negara kami. Jika ditambah Venezuela, itu menjadi bagian besar dari pasar,” kata Trump di Air Force One, Kamis (22/1) lalu.

Peningkatan pasokan minyak Venezuela dalam waktu dekat sejalan dengan sejumlah prioritas Trump. Ia memandang dominasi energi AS adalah alat pengaruh global sekaligus modal politik domestik. Meski tambahan pasokan dari Venezuela nantinya terbatas, hal itu dinilai dapat membantu menahan harga minyak dan bensin serta memberi ruang bagi AS untuk mengambil langkah terhadap Iran tanpa mengguncang pasar.

Menurut seorang pejabat pemerintahan Trump, masuknya peralatan dan teknologi perminyakan mutakhir AS ke Venezuela yang industri minyaknya terkena sanksi selama bertahun-tahun dapat menghidupkan kembali sumur-sumur lama dan menghasilkan produksi baru hanya dalam hitungan bulan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Brimob Polda Metro Salurkan Bantuan Makanan untuk Korban Banjir Bekasi
• 2 jam laludetik.com
thumb
Raih Pinjaman Rp450 Miliar, DNET Teken Akta Gadai dengan Bank Mandiri
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Desain Kebijakan Penambahan Layer Cukai Tembakau Didorong Mesti Berkeadilan
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dampak Cuaca Ekstrem terhadap Nelayan: KNTI Beri Peringatan, Minta Perlindungan Negara
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Ramai Cashback & Promo Masuk Penghasilan Kena Pajak di Coretax, DJP Buka Suara
• 17 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.