Dalam pertemuan tersebut, Deddy Corbuzier selaku investor utama FCU memberikan motivasi sekaligus pesan penting sebagai bekal bagi para founder muda dalam membawa bisnis kreatif mereka naik ke level berikutnya.
Sepanjang 2025, sekitar 70–75 persen belanja iklan diperkirakan telah berpindah ke kanal digital, seiring pesatnya pertumbuhan media sosial. Sementara itu, penetrasi internet Indonesia pada 2025 mencapai 80,66 persen berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Kondisi ini mendorong FCU untuk berfokus berinvestasi pada generasi muda yang dinilai paling adaptif terhadap tren, platform, dan dinamika digital.
Didukung Deddy Corbuzier, FCU menambah investasi pada empat digital agency baru yang seluruhnya dipimpin oleh Gen Z. Selain itu, ekspansi juga dilakukan ke berbagai lini seperti homeless media, drama TikTok, AI, hingga unit bisnis di ranah LinkedIn. Hingga kini, total delapan entitas bisnis kreatif baru telah lahir dari investasi tersebut.
Sebanyak 11 talenta muda dari beragam latar belakang industri kreatif kini tergabung dalam ekosistem FCU. Mereka adalah Ben Edgar (Adsventure), Louise Steven dan Clarissa Eldora Yoe (LR Creative Lab), Chia (Pravia), Wiliam dan Nabeel (Ngiklan), Gery Timothy Gunawan (Gery Media – DEMENFILM, DADFLIX, MOMFLIX, NONGKI LAB), Wulan Susanti dan Chendwi Favian (SS Media – BAPAKNYA SS & SSMEDIA), Aldho Mulia Trijaya (Bersinema – Drama TikTok), serta Iqbal Maulana (Gen Flux AI).
Baca Juga :
Kementerian Ekraf Dorong Kreator Indonesia Adaptasi dengan Dunia Digital"Semua orang punya peluang yang sama. Tinggal adu pintar, adu kreatif, dan adu karakter. Kalau lebih pintar, lebih kreatif, dan karakternya kuat, pasti akan berada di atas," kata Deddy Corbuzier dalam keterangan tertulis, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kreativitas dan idealisme. “Kita boleh berkreativitas, tapi idealisme jangan dibuang. Antara kreativitas, adaptasi, dan idealisme harus berjalan bersama,” ujarnya.
Pendekatan FCU tidak berhenti pada pendanaan, tetapi juga melibatkan proses grooming bisnis, mulai dari strategi, positioning, hingga kesiapan menghadapi klien berskala besar. Salah satu hasilnya terlihat pada Adsventure, digital agency yang dipimpin Ben Edgar (18 tahun).
Sejak menerima investasi FCU pada Februari 2025, Adsventure mencatat pertumbuhan signifikan dengan omzet miliaran rupiah. Kinerja FCU juga tercermin dari berbagai capaian.
Pada November 2025, FCU mencetak Rekor MURI sebagai Agensi Kreatif dengan Akumulasi Penonton Konten Digital Terbanyak di Indonesia dengan total 2,3 miliar views. Rekam jejak tersebut membuat banyak brand besar mempercayakan kampanye kreatif mereka kepada FCU.
Sejak bertransformasi menjadi creative group holding pada 2021, FCU mengusung visi menjadi “Avengers”-nya industri kreatif Indonesia. Saat ini, FCU menaungi delapan pilar bisnis kreatif, yakni Creative Agency, Homeless Media, Media Buying, Production House, Drama TikTok, Event Organizer, Digital Capital, serta AI & Tech.
Melalui investasi berkelanjutan pada talenta muda, Flux Creative Universe menegaskan komitmennya membangun industri kreatif Indonesia yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai brand.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)



