BGN Buka Suara soal Beras Premium Bulog Dipakai untuk MBG

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara ihwal beras premium milik Perum Bulog yang akan digunakan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan hingga saat ini belum ada kerja sama antara BGN dan Perum Bulog terkait penyediaan beras untuk MBG.

Nanik menyebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih memiliki kebebasan untuk membeli beras sesuai kebutuhan masing-masing.

“Belum ada kerja sama dengan Bulog, sampai saat ini SPPG masih bebas saja membeli beras,” kata Nanik kepada Bisnis, Minggu (25/1/2026).

Selain itu, Nanik menambahkan sampai saat ini juga belum ada sosialisasi dari Bulog mengenai penggunaan beras premium Bulog untuk kebutuhan MBG.

Kendati demikian, Nanik menyebut setiap SPPG membutuhkan sekitar 2–3 kuintal beras per hari untuk menunjang program MBG.

Baca Juga

  • Bulog Bakal Groundbreaking 100 Gudang Beras dan Jagung Setelah Inpres Turun
  • Masyarakat Bisa Beli Beras SPHP Maksimal 25 Kg, Bos Bulog: Biar Cepat Habis
  • Prabowo Segera Teken Inpres Bangun 100 Gudang Bulog Senilai Rp5 Triliun

Untuk diketahui, program MBG telah menjangkau 55,1 juta penerima manfaat dengan jumlah SPPG mencapai 19.188 pada 31 Desember 2025. Teranyar, jumlah SPPG telah mencapai 21.102 pada 19 Januari 2026 dan berpotensi melayani 59 juta penerima manfaat.

Sebelumnya, Perum Bulog memastikan beras premium milik Bulog akan digunakan untuk mendukung program MBG. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BGN terkait penyediaan beras untuk setiap dapur SPPG di daerah.

“Terkait dengan MBG, kemarin kami sudah rapat juga dengan MBG [Badan Gizi Nasional] dalam hal ini. Jadi beras Bulog, beras premium Bulog nanti juga akan digunakan sebagai beras MBG untuk masing-masing dapur-dapur MBG yang di masing-masing daerah,” kata Rizal dalam konferensi pers di Bulog Business District, Jakarta Selatan, dikutip pada Sabtu (24/1/2026).

Berdasarkan catatan Bisnis, Bulog menyampaikan BGN wajib menyerap beras Bulog. Kala itu, Bulog menyiapkan dua opsi penggunaan beras untuk MBG, yakni kualitas premium dan medium.

“Jadi sesuai dengan Inpres [Instruksi Presiden], Bulog itu menyiapkan bahan dasar, khususnya beras. Dan di Inpres itu tertuang wajib bahwa BGN untuk menyerap beras Bulog. Kami Bulog menyiapkan ada dua opsi, baik beras premium maupun beras medium,” ujar Rizal saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Rizal menyampaikan Bulog menyerahkan penggunaan kualitas beras dengan mengikuti keputusan BGN. Dia juga memastikan pihaknya akan menyajikan beras Bulog yang memenuhi syarat dan layak konsumsi untuk mendukung program MBG.

“Kami tawarkan ke beliau [BGN], terserah dari BGN akan menggunakan beras premium atau beras medium. Namun beras yang akan kami sajikan ini betul-betul berkualitas, higienis, sehat, dan memenuhi syarat dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wakalemdiklat Irjen Achmad Kartiko Naik Jadi Kalemdiklat Polri
• 13 jam laludetik.com
thumb
Pakar TPPU soal Pemeriksaan Eks Menpora Dalam Kasus Korupsi Kuota Haji, Apa yang Didalami KPK?
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Ketika IHSG dan Saham Unggulan Tak Selalu Sejalan
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Cium Nisan Lula Lahfah, Reza Arap Menangis Histeris Usai Pemakaman: Kenapa Semua Orang Ninggalin Gue?
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Mendikdasmen Tegaskan AI Tak Akan Gantikan Peran Guru
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.