Trump Ancam Kanada Tarif 100% Jika Jalin Kesepakatan Dagang dengan China

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 100% terhadap seluruh barang asal Kanada jika negara tersebut melanjutkan kesepakatan perdagangan yang sedang dijajaki dengan China. 

Dikutip dari Reuters, Minggu (25/1/2026) ancaman yang disampaikan Trump pada Sabtu melalui media sosial Truth Social itu untuk memperingatkan Perdana Menteri Kanada Mark Carney bahwa kerja sama dagang dengan China akan membahayakan Kanada. 

Trump menyebut China berpotensi merusak perekonomian, struktur sosial, hingga cara hidup masyarakat Kanada.

“China akan memakan Kanada hidup-hidup, benar-benar melahapnya, termasuk menghancurkan bisnis mereka, struktur sosial, dan cara hidup secara umum,” tulis Trump.

Dia menegaskan, jika Kanada tetap membuat kesepakatan dengan China, maka semua produk Kanada yang masuk ke Amerika Serikat akan langsung dikenai tarif 100%.

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengunggah video yang mengajak warga Kanada untuk lebih banyak membeli produk dalam negeri. Namun, dalam pernyataannya, Carney tidak secara langsung menyinggung ancaman tarif dari Trump.

Baca Juga

  • Trump Tuntut JPMorgan Rp84,13 Triliun, Ini Pemicunya
  • Trump Melunak soal Greenland & Ancaman Tarif Eropa, Sebut Capai Kerangka Kesepakatan
  • Kanada Siap Kirim Pasukan ke Greenland untuk Lawan AS

“Dengan ekonomi kita yang berada di bawah ancaman dari luar negeri, orang Kanada memilih untuk fokus pada hal-hal yang dapat kita kendalikan. Kami tidak bisa mengontrol apa yang dilakukan negara lain, tetapi kami bisa menjadi pelanggan terbaik bagi diri kami sendiri,” ujar Carney, 

Sebelumnya, Carney melakukan kunjungan ke China bulan ini untuk mereset hubungan bilateral yang sempat tegang serta membahas kerja sama dagang. China merupakan mitra dagang terbesar kedua Kanada setelah Amerika Serikat.

Menariknya, sesaat setelah kunjungan tersebut, Trump sempat memberikan dukungan. Pada 16 Januari lalu, ia mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa langkah Kanada menjajaki kesepakatan dengan China adalah hal yang baik.

“Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan China, Anda harus melakukannya,” ujar Trump saat itu.

Namun, Menteri Kanada yang bertanggung jawab atas perdagangan Kanada-AS, Dominic LeBlanc, menegaskan bahwa tidak ada perjanjian perdagangan bebas yang dikejar Kanada dengan China. Menurutnya, yang dicapai hanyalah penyelesaian atas sejumlah isu tarif penting. Pernyataan tersebut disampaikan LeBlanc melalui akun X pada Sabtu.

Kedutaan Besar China di Kanada, dalam pernyataan kepada Reuters, menyatakan bahwa Beijing siap bekerja sama dengan Ottawa untuk mengimplementasikan konsensus penting yang telah dicapai oleh para pemimpin kedua negara.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Kanada kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah Carney mengkritik langkah Trump terkait Greenland.

Industri Kanada Terancam

Pada Sabtu, Trump kembali menyampaikan kekhawatirannya bahwa China akan menggunakan Kanada sebagai jalur untuk menghindari tarif AS.

“Jika Gubernur Carney berpikir dia bisa menjadikan Kanada sebagai ‘pelabuhan singgah’ bagi Tiongkok untuk mengirim barang ke Amerika Serikat, dia sangat keliru,” kata Trump, menggunakan sebutan “gubernur” yang sebelumnya kerap ia pakai saat menyuarakan gagasan Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS.

Jika ancaman Trump benar-benar direalisasikan, kebijakan tarif baru ini akan secara signifikan meningkatkan bea masuk AS terhadap Kanada. Dampaknya diperkirakan akan menambah tekanan besar bagi sektor industri Kanada, termasuk manufaktur logam, otomotif, dan mesin.

Hubungan Trump dan Carney sebelumnya terbilang relatif tenang. Namun situasi berubah setelah Carney secara terbuka menentang langkah Trump terkait Greenland.

Dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Carney menyatakan bahwa tatanan global berbasis aturan telah berakhir. Dia menilai negara-negara dengan kekuatan menengah perlu bersatu agar tidak menjadi korban hegemoni negara besar, termasuk Amerika Serikat.

Meski tidak menyebut Trump atau AS secara langsung, Carney mengatakan, “Jika Anda tidak duduk di meja, maka Anda ada di menu.” Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah oleh para pemimpin dunia dan pelaku industri yang hadir.

Trump kemudian membalas melalui pidatonya sendiri di Davos dengan mengatakan bahwa Kanada “hidup karena Amerika Serikat.” Pernyataan tersebut langsung dibantah Carney.

“Kanada dan Amerika Serikat telah membangun kemitraan luar biasa dalam ekonomi, keamanan, dan pertukaran budaya. Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kami adalah orang Kanada,” kata Carney di Quebec.

Sejak pernyataan tersebut, Trump kembali meningkatkan tekanannya terhadap Kanada, termasuk mencabut undangan Carney ke Dewan Perdamaian yang sebelumnya direncanakan untuk membahas konflik internasional dan masa depan Gaza.

Padahal, setelah kemenangan Carney dalam pemilihan tahun lalu, hubungan kedua pemimpin sempat terlihat hangat. Trump bahkan mengatakan saat itu bahwa hubungan AS-Kanada akan sangat kuat.

Namun, bulan ini Trump menyebut perjanjian dagang besar AS-Kanada-Meksiko, yang dijadwalkan untuk dinegosiasi ulang pada Juli, sebagai tidak relevan.

Sejak kembali menjabat sebagai presiden, Trump kerap melontarkan ancaman tarif ke berbagai negara. Dalam beberapa kasus, ancaman tersebut kemudian ditunda atau dibatalkan setelah proses negosiasi. Pekan ini, Trump juga mundur dari ancamannya terhadap sekutu Eropa setelah para pemimpin NATO berjanji meningkatkan keamanan di kawasan Kutub Utara.

Menanggapi situasi ini, Kepala Kebijakan Kamar Dagang Kanada, Matthew Holmes, menyatakan harapannya agar kedua pemerintah dapat segera mencapai pemahaman.

“Kami berharap kedua pemerintah dapat dengan cepat menemukan titik temu yang lebih baik untuk mengurangi kekhawatiran dunia usaha yang kini menghadapi dampak langsung dari meningkatnya ketidakpastian,” terangnya. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PDI-Perjuangan dan Pertaruhan Ideologis di Era Pragmatisme
• 20 menit laludetik.com
thumb
Banjir Jakarta Hari Ini Berkurang: 14 RT dan 1 Ruas Jalan Tergenang, 1.190 Orang Masih Mengungsi
• 5 jam laludisway.id
thumb
Titik Lokasi Banjir di Jakarta Hari Ini, Pramono Pastikan Tersisa di Kampung Melayu
• 3 jam laludisway.id
thumb
Antrian KJP Pasar Jaya 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar Online dan OTS serta Daftar Harga Pangan
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Rencana Besar DFSK di 2026
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.