Pembantu Nekat Pakai Gaji Beli Saham IPO, Hasilnya di Luar Dugaan

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: (foto: Ist/Blog maisyafarhati.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investasi saham rupanya telah dikenal jauh sebelum pasar modal modern berkembang seperti saat ini. Praktik penawaran saham kepada publik pertama kali tercatat dilakukan oleh Kongsi Hindia Belanda atau Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) pada Agustus 1602.

Langkah VOC tersebut menjadi tonggak awal lahirnya investasi saham di dunia melalui skema yang kemudian dikenal sebagai penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Skema ini membuka kesempatan kepemilikan perusahaan bagi masyarakat luas, tidak terbatas pada kalangan elite.


Sejarawan Lodewijk Petram dalam bukunya The World's First Stock Exchange (2011) mencatat, terdapat 1.143 investor yang berpartisipasi dalam penggalangan modal awal VOC. Para investor bebas menentukan jumlah dana yang ditanamkan tanpa batasan, serta berasal dari berbagai latar belakang.

Baca: Nelayan Mancing di Laut Jawa, Kaget Dapat Harta Karun Rp720 Miliar

Selain pejabat dan bangsawan, salah satu investor tercatat adalah seorang asisten rumah tangga bernama Neeltgen Cornelis. Ia tertarik membeli saham VOC setelah melihat majikannya, Dirck van Os, yang merupakan salah satu direktur VOC, terlibat dalam investasi tersebut.

Pada masa itu, transaksi saham masih dilakukan secara manual dan dicatat di atas kertas. Proses ini membuat rumah Dirck van Os ramai didatangi masyarakat yang ingin berinvestasi saat IPO VOC berlangsung.

Dengan penghasilan kurang dari 50 sen per hari, Neeltgen sempat ragu untuk berinvestasi. Namun menjelang penutupan penawaran saham, ia memutuskan menggunakan tabungannya. Petram menulis, Neeltgen khawatir akan menyesal jika tidak mengambil kesempatan tersebut.

Neeltgen akhirnya menyisihkan dana sebesar 100 gulden untuk membeli saham VOC. Nilai investasinya jauh lebih kecil dibandingkan investor lain yang menanamkan modal hingga 85 ribu gulden.

Baca: Pria Temukan Harta Karun Rp 36 T di Kalimantan, Hidup Tetap Miskin

Petram mencatat, Neeltgen sempat memperoleh keuntungan dan menjual sahamnya pada Oktober 1603, sekitar satu tahun setelah pembelian. Namun, jika ia mempertahankan kepemilikan saham tersebut, nilai investasinya berpotensi berkembang menjadi ribuan gulden, termasuk kemungkinan menerima dividen berupa rempah-rempah seperti yang diterima pemegang saham lainnya.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: BRI Bayar Dividen Interim Rp 20,6 Triliun

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Di Balik Tambahan Kuota Haji 2024: Siapa Untung, Siapa Jadi Korban?
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Fulham vs Brighton: Fulham Comeback dan Tumbangkan Brighton 2-1
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ahmad Ali Luruskan soal Pernyataannya di Podcast
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Tetap Aman dan Nyaman, Ini 10 Barang Penting Saat Beraktivitas di Musim Hujan
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Aksi Rusa Terobos Jendela Bank hingga Picu Alarm Pencurian | BERITA UTAMA
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.