PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) membidik pendapatan tumbuh dua digit sepanjang lima tahun ke depan (2026-2030).
IDXChannel - PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) membidik pendapatan tumbuh dua digit sepanjang lima tahun ke depan (2026-2030). Hal ini sejalan dengan upaya transformasi bisnis perseroan sebagai perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) berbasis manufaktur dan brand.
CEO MMIX, Mengky Mangarek mengatakan, struktur pendapatan perseroan ke depan akan dibuat semakin seimbang antara segmen mom & baby, hygiene, dan beauty care dengan fokus pada diferensiasi produk, efisiensi manufaktur lokal, serta penguatan profitabilitas arus kas.
Mengky menilai, private label di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan ke depan, seiring dengan semakin rasionalnya konsumen yang berorientasi pada value serta keterbukaan terhadap alternatif produk dengan kualitas yang kompetitif. Kendati demikian, pertumbuhan tersebut akan sangat ditentukan oleh konsistensi kualitas, efisiensi biaya, serta kemampuan mitra manufaktur dalam menjaga standar produk secara berkelanjutan.
“Perbedaan utama antara house brand dan private label terletak pada tingkat kontrol dan arah strategis pengembangan produk. Pada house brand, perusahaan memiliki kendali penuh terhadap inovasi, kualitas, positioning, hingga pengelolaan brand jangka panjang, sementara private label lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan mitra ritel dengan spesifikasi tertentu,” katanya melalui keterangan resmi dikutip Minggu (25/1/2026).
Pada 2026, kata Mengky, MMIX akan menempatkan segmen baby care sebagai mesin pertumbuhan utama, disertai diversifikasi produk secara selektif di kategori personal care dan adult care. Hal ini menjadi awal sebelum seluruh segmen dibuat seimbang.
Secara industri, pasar segmen baby and child care diperkirakan tumbuh 8-10 persen menjadi USD1,8 miliar, sedangkan personal care & beauty tumbuh 9-12 persen menjadi USD2,5 miliar.
Bagi MMIX, segmen mom & baby diproyeksikan tetap dominan dengan porsi 40-50 persen terhadap pendapatan. Sementara lini tisu basah dan produk hygiene diperkirakan berkontribusi 15-20 persen.
Sepanjang Januari-September 2025, MMIX membukukan pendapatan sebesar Rp137,9 miliar, naik 85 persen. Segmen baby care, khususnya popok bayi, menjadi kontributor utama pertumbuhan pendapatan.
Dari sisi bottom line, perseroan mencatat laba Rp2,1 miliar. Hal ini didorong oleh pencapaian efisiensi biaya produksi, logistik, dan operasional secara h0listik, perbaikan bauran produk yang lebih sehat, strategi pengelolaan persediaan yang lebih disiplin, penguatan jaringan distribusi serta penetrasi pasar, hingga fokus berkelanjutan pada kualitas pendapatan.
(Rahmat Fiansyah)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482867/original/044504400_1769265457-IMG-20260124-WA0036.jpg)

