FAJAR.CO.ID, Jakarta – Dunia hiburan dan media sosial Indonesia berduka. Influencer sekaligus entertainer Lula Lahfah meninggal dunia di usia 26 tahun. Perempuan muda itu ditemukan tak bernyawa di dalam apartemen mewahnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (tanggal) malam.
Ditemukan Tak Sadarkan Diri oleh Petugas KeamananKronologi penemuan bermula sekitar pukul 18.44 WIB. Polres Metro Jakarta Selatan menerima laporan dari petugas keamanan sebuah apartemen di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara. Lula ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah unit di lantai 25.
“Jenazah ditemukan oleh petugas keamanan apartemen setelah muncul kekhawatiran mengenai kondisinya,” jelas pihak kepolisian.
Kekhawatiran itu muncul dari seorang saksi yang mulai curiga. Saksi mengetahui bahwa Lula sedang dalam kondisi sakit. Pintu apartemen terlihat terkunci dari dalam, menambah tanda tanya. Informasi yang berkembang, Lula diketahui baru menjalani perawatan medis pada malam sebelumnya.
Polisi: Tidak Ada Tanda KekerasanJuru bicara Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Murodih, memberikan penjelasan awal hasil pemeriksaan TKP.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan di lokasi,” ujarnya.
Pernyataan itu langsung meredam spekulasi yang beredar di masyarakat. Namun, petugas menemukan beberapa barang yang menjadi perhatian. Di dalam unit apartemen, ditemukan obat-obatan. Selain itu, ada pula dokumen perawatan rawat jalan dari RS Pondok Indah (RSPI). Temuan ini menguatkan informasi bahwa almarhumah memang sedang dalam masa pemulihan kesehatan.
Penyebab Kematian Masih DiselidikiHingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian Lula Lahfah masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwajib. Polisi belum memberikan pernyataan lebih lanjut. Proses autopsi kemungkinan akan dilakukan untuk memastikan faktor yang menyebabkan kematian mendadak artis berusia 26 tahun tersebut.
Kepergian Lula Lahfah tentu menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Figur yang aktif di media sosial ini dikenal sebagai entertainer dengan segudang karya. Publik kini menunggu kejelasan lebih lanjut dari proses hukum dan medis yang sedang berjalan. (hmk/fajar)



