Kemendikdasmen Percepat Pemulihan PAUD Pascabanjir di Aceh

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Pidie Jaya

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengintensifkan upaya pemulihan layanan pendidikan pascabencana banjir di Provinsi Aceh. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberlangsungan pembelajaran, termasuk pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD).

Melalui penyaluran bantuan pendidikan, PAUD Permata Pidie Jaya menjadi salah satu satuan pendidikan terdampak yang tetap berupaya melaksanakan kegiatan belajar mengajar meski berada dalam keterbatasan sarana pascabencana.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa Kemendikdasmen berkomitmen menjaga hak belajar anak-anak di wilayah terdampak banjir.

“Dalam masa pemulihan, keselamatan serta keberlanjutan pembelajaran menjadi prioritas utama. Anak-anak tidak boleh kehilangan hak belajarnya hanya karena bencana. Oleh karena itu, kami memperkuat pembelajaran darurat sekaligus mempercepat proses rehabilitasi,” ujar Gogot dalam keterangan tertulis, Minggu, 15 Januari 2026.

Sebagai bagian dari dukungan tersebut, PAUD Permata Pidie Jaya telah menerima bantuan berupa Alat Permainan Edukatif (APE). Bantuan ini dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran agar kegiatan belajar anak usia dini tetap berlangsung secara aktif dan menyenangkan.

Kepala PAUD Permata Pidie Jaya, Fitriani, mengatakan bantuan APE sangat membantu sekolah dalam masa pemulihan pascabencana.

“Alhamdulillah, bantuan mainan edukatif sudah kami terima dan langsung kami gunakan dalam kegiatan belajar anak-anak,”kata Fitriani.

Ia menjelaskan bahwa kondisi sarana dan prasarana sekolah secara umum masih dalam keadaan aman. Namun, banjir menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa bagian bangunan.

“Bangunan sekolah masih utuh, hanya bagian bawah pintu yang mengalami pelapukan karena terendam lumpur saat banjir,” jelas Fitriani.

Meski terdampak, pihak sekolah tetap berupaya mengaktifkan kembali pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar di PAUD Permata Pidie Jaya telah dimulai sejak 5 Januari 2026 dengan sejumlah penyesuaian, terutama terkait keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar.

“Kami mengupayakan semaksimal mungkin agar pembelajaran bisa kembali berjalan,” tuturnya.

Saat ini, PAUD Permata Pidie Jaya melayani 20 peserta didik dengan dukungan tiga guru dan satu tenaga kependidikan. Dari tiga ruang belajar yang tersedia, satu ruang telah digunakan untuk kegiatan pembelajaran, sementara dua ruang lainnya masih difungsikan sebagai tempat pengungsian warga terdampak banjir.

Dalam masa pemulihan, sekolah masih membutuhkan dukungan lanjutan, khususnya buku paket anak serta perlengkapan pendukung pembelajaran lainnya. Aktivitas sekolah belum sepenuhnya normal karena sebagian peserta didik masih berada di pengungsian.

Sementara itu, Kemendikdasmen telah menyusun tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Masa tanggap darurat berlangsung hingga 8 Januari 2026, dilanjutkan fase transisi darurat ke pemulihan pada Januari hingga Juni 2026, serta masa pemulihan penuh pada Juli 2026 hingga Desember 2027.

Hingga saat ini, Kemendikdasmen telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan pendidikan, di antaranya 27 ribu paket school kit, 168 unit tenda pembelajaran darurat, 147 unit Ruang Kelas Darurat (RKD), 1.339 bantuan dana operasional pendidikan darurat, penyaluran tunjangan bencana kepada 16.467 guru, 680 dukungan layanan psikososial untuk satuan pendidikan, serta 147.670 buku.

Selain itu, kementerian juga menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana yang dilengkapi petunjuk teknis. Kebijakan ini diterbitkan sebagai respons cepat untuk memberikan panduan bagi sekolah dalam melaksanakan pembelajaran pascabencana pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 yang dimulai pada 5 Januari 2026.

Sebagai langkah percepatan rehabilitasi satuan pendidikan, Kemendikdasmen juga telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bagi satuan pendidikan di Provinsi Aceh pada 15 Januari 2026. PKS diprioritaskan untuk sekolah dengan kerusakan sedang, pengadaan mebelair, serta pembangunan area bermain dan penyediaan APE luar bagi PAUD.

Adapun nilai bantuan PKS yang dialokasikan meliputi jenjang PAUD sebesar Rp3,2 miliar, SD Rp23 miliar, SMP Rp22 miliar, dan SMA Rp5 miliar, dengan total nilai bantuan mencapai Rp54 miliar.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ciri Siomay Ikan Sapu-sapu, Warna Lebih Gelap dan Bau Lebih Amis
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Jalan Berlubang di Flyover Pisangan Sempat Buat Celaka Pemotor Sudah Ditambal
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Link Live Streaming Final Indonesia Masters 2026: Alwi dan Raymond/Nikolaus Incar Gelar Juara
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi Ungkap Biang Kerok Kalah Dramatis dari Garuda Jaya di Proliga 2026, Ternyata Gara-Gara Hal Ini
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
BNPB: Korban Meninggal Dunia Bencana di Sumatra Jadi 1.201 Jiwa
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.