Abio Salsinha Cerita Perjalanan Bersama Xanana Gusmão, Dari Musik hingga Dialog Rakyat

fajar.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, DILI — Musisi rakyat Timor Leste, Abio Salsinha, membagikan pengalaman berkesan selama menjalani rangkaian aktivitas penting, mulai dari tampil sebagai bintang tamu di program televisi nasional hingga mendampingi tokoh nasional sekaligus Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmão, dalam kunjungan kerja ke sejumlah daerah.

Abio mengungkapkan, perjalanannya bermula dari undangan Radio Televisão Timor Leste (RTTL) untuk tampil dalam program musik televisi Crescendo. Acara tersebut merupakan salah satu program hiburan populer di Timor Leste yang menurut Abio memiliki konsep serupa dengan acara musik di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Abio membawakan tiga lagu berjudul Ketelokan, KTM Koalia Tok Mai, dan Takadalan yang mendapat sambutan luas dari masyarakat.

“Setelah tampil di Crescendo , saya kembali dipercaya RTTL untuk hadir sebagai bintang tamu. Respons masyarakat sangat luar biasa,” ujar Abio.

Kehadiran Abio di layar kaca dinilai memberi warna tersendiri bagi program tersebut. Penampilannya sebagai musisi rakyat disebut mampu merepresentasikan suara dan budaya masyarakat Timor Leste, khususnya dari daerah-daerah. Popularitas itu kemudian berlanjut ketika Abio mendapat kesempatan untuk ikut dalam agenda kenegaraan bersama Perdana Menteri Timor Leste.

Usai tampil di televisi, Abio langsung bertolak ke Oecusse untuk mendampingi Xanana Gusmão dalam agenda dialog bersama masyarakat. Dalam kunjungan kerja tersebut, Xanana bersama rombongan turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga sekaligus membenahi berbagai persoalan pekerjaan di wilayah WKI.

Menurut Abio, kehadiran Xanana Gusmão disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat setempat, terutama warga di pedesaan. Banyak warga yang selama ini hanya mengenal sosok Xanana melalui media massa merasa bahagia karena dapat bertemu langsung dengan pemimpin nasional tersebut.

“Beliau bertemu dengan siapa saja, mulai dari orang tua hingga anak-anak sekolah. Bahkan ikut makan bersama anak-anak dengan makanan seadanya,” tutur Abio.

Abio menuturkan, sikap sederhana dan kedekatan Xanana dengan masyarakat terlihat jelas sepanjang kunjungan. Meski cuaca tidak selalu bersahabat dan kondisi lapangan kerap diguyur hujan, Xanana tetap menjalani agenda dengan penuh semangat. Di usia yang telah menginjak 79 tahun dan akan genap 80 tahun pada Juni mendatang, Xanana disebut masih aktif berjalan menyusuri desa-desa tanpa menunjukkan kelelahan.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Xanana juga memberikan bantuan sukarela kepada salah satu gereja. Bantuan itu mencakup penyerahan salib serta donasi sebesar 2.000 yang diberikan dengan penuh keikhlasan, sebagai bentuk dukungan terhadap kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.

Selama lima hari berada di Oecusse, Abio menyaksikan secara langsung pesan kuat yang selalu ditekankan Xanana Gusmão, yakni pentingnya persatuan dan kerja keras dalam membangun daerah. Xanana juga mengingatkan para pejabat pemerintahan agar tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi turun langsung ke lapangan untuk memahami kondisi nyata masyarakat hingga ke pelosok.

“Pemimpin harus tahu penderitaan rakyat secara langsung, bukan hanya duduk di ruangan ber-AC,” kata Abio menirukan pesan Xanana.

Selain fokus pada pembangunan dan dialog masyarakat, rombongan juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Dalam kunjungan itu, diserahkan pula perlengkapan olahraga seperti bola serta kostum sepak bola dan voli untuk mendukung pengembangan bakat pemuda-pemudi setempat.

Abio menegaskan, generasi muda Timor Leste harus berani mengekspresikan potensi dan talenta yang dimiliki, baik di bidang musik, olahraga, maupun sektor lainnya. Ia menilai pembangunan bangsa tidak harus selalu bergantung pada pihak luar.

“Kita harus membangun negara ini dengan talenta kita sendiri,” ujarnya.

Di akhir kisahnya, Abio menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mendampingi Xanana Gusmão dalam berbagai kegiatan. Meski mengaku perannya tidak besar, Abio merasa pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga karena dapat belajar langsung dari sosok pemimpin nasional yang dikenal berkarisma dan rendah hati.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menteri KKP Pingsan Saat Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR 42-500
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Ombudsman RI Beberkan Riwayat Sengketa Tanah Jimbaran di Tengah Praperadilan Kepala BPN Bali
• 1 jam laludisway.id
thumb
Angin Kencang Landa Yogyakarta, Dua Orang Meninggal Tertimpa Pohon Tumbang
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sungai Cibereum Meluap, Akses Jalan Utama Putus
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Banjir Bandang Bumiayu, Pemkab Brebes Kerahkan Alat Berat Cegah Luapan Sungai
• 11 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.