Waspada! 5 Penyakit Ini Kerap Menyerang Anak di Musim Hujan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Hujan deras dan cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir membuat Pemprov DKI Jakarta menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar dan Work from Home (WFH) bagi para pekerja.

Tak hanya di Jakarta, cuaca ekstrem ini juga terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air, bahkan di Kabupaten Bandung Barat terjadi longsor yang menewaskan setidaknya 10 warga.

Penyakit yang Sering Dialami Anak saat Musim Hujan

1. Influenza

Mengutip Kemenkes, influenza adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza yang dapat menyebabkan penyakit ringan sampai penyakit berat. Gejalanya yaitu rasa tidak enak badan, demam, rasa pegal linu, lemas, lesu, bersin-bersin dan terasa nyeri di otot-otot dan sendi.

Virus ini menyebar melalui cairan tubuh seperti ingus ataupun air liur yang dapat ditularkan melalui mulut, hidung ataupun tangan yang menyentuh benda terkontaminasi.

Cara mencegahnya dengan olahraga dan istirahat yang cukup, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, mencuci tangan dan memakai masker saat flu.

2. Diare

Penyakit diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar encer 3 kali atau lebih dalam sehari.

Penyebab diare adalah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus atau parasit. Diare disebabkan oleh Bakteri E. Coli, Salmonella, Shigella dan lain-lain.

Cara mencegah diare dengan mencuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir, buang air besar pada tempatnya, dan menjaga kebersihan dan kesehatan makanan.

3. Penyakit Kulit

Dokter spesialis kulit dan kelamin Dr. dr. Fitria Agustina Sp.KK FINSDV FAADV menyebut sejumlah penyakit kulit, mulai dari kurap, panu hingga eksim yang berpotensi timbul saat musim hujan.

"Musim hujan identik dengan lembap, dengan banjir. Nah itu biasanya penyakit kulit yang berhubungan untuk kondisi tersebut misalnya penyakit yang disebabkan oleh jamur kulit," kata Fitria, dikutip dari Antara.

Salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur kulit saat musim hujan adalah kandidosis kutis, yang biasanya dialami oleh orang bertubuh gemuk. Kandidosis kutis umumnya muncul pada sela-sela jari kaki. Infeksi ini biasanya menyebabkan kulit di area tersebut menjadi basah atau kemerahan.

Penyakit lain yang rentan muncul di musim hujan adalah panu. Penyakit ini disebabkan oleh jamur alassezia furfur. Kelembapan yang tinggi, kurangnya kebersihan, dan pakaian yang sering basah dapat menjadi pemicu timbulnya panu pada beberapa individu.

Fitria menyarankan sejumlah tips agar terhindar dari masalah penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur saat musim hujan, mulai dari menjaga kebersihan kulit baik wajah maupun tubuh, menggunakan pelembab, dan tabir surya.

4. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam berdarah dengue adalah penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini menyebabkan gejala demam tinggi dan flu. Jika tidak ditangani dengan tepat, demam berdarah berisiko mengancam nyawa.

Penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti sering terjadi di musim hujan saat perkembangbiakan nyamuk meningkat.

Cara mencegah penyakit demam berdarah adalah dengan melakukan 3M plus, yakni:

- menguras bak mandi,

- menutup tempat air,

- memanfaatkan barang bekas agar tidak menumpuk,

- melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).

5. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Bakteri ini dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi.

Beberapa hewan yang bisa menjadi perantara penyebaran leptospirosis adalah tikus, sapi, anjing, dan babi. Leptospirosis dapat menyebar melalui air dan tanah yang terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri leptospira.

Seseorang dapat terserang leptospirosis, jika terkena urine hewan tersebut atau kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi. Perlu lebih waspada di musim penghujan karena akan banyak genangan air di sekitar lingkungan dimana hal tersebut menjadi tempat sumber penularan leptospirosis.

Pada sebagian kasus, gejala leptospirosis tidak muncul. Tetapi umumnya gejala penyakit muncul 2 hari sampai 4 minggu setelah terinfeksi bakteri leptospira. Gejalanya yakni demam, sakit kepala, mual, muntah, dan tidak nafsu makan, diare, mata merah, nyeri otot, sakit perut, bintik-bintik merah pada kulit yang tidak hilang saat ditekan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alat Ukur Pencemaran Udara RDF Rorotan Mati, Warga Keluhkan Bau Menyengat
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Suriah dan SDF Perpanjang Gencatan Senjata 15 Hari
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Liverpool Terancam usai Kalah dari Bournemouth, Arne Slot Frustasi
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri KP Wahyu Trenggono Pingsan Saat Upacara Persemayaman Korban Pesawat ATR
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
"Bom" Utang AS Hampir Meledak: Ini 6 Skenario yang Bisa Guncang Dunia
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.