GERD pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

GERD (gastroesophageal reflux disease) terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan secara berulang. GERD biasanya dialami orang dewasa, tapi siapa sangka, anak juga bisa mengalaminya, lho!

Pada anak, hal ini bisa dipicu oleh katup lambung yang belum matang, obesitas, atau kebiasaan makan tertentu. Sayangnya sering kali GERD pada anak telat terdeteksi karena gejalanya mirip dengan masalah pencernaan biasa.

Faktor lain yang dapat memicu GERD pada anak antara lain berat badan berlebih, riwayat alergi makanan, konsumsi makanan berlemak atau asam, serta kebiasaan langsung berbaring setelah makan. Pada sebagian anak, GERD juga berkaitan dengan kondisi medis tertentu.

GERD pada Anak: Gejala yang Perlu Anda Waspadai

Gejala GERD pada anak dapat berupa muntah berulang, nyeri dada atau perut, batuk kronis, bau mulut, hingga sulit makan. Pada anak yang lebih besar, Anda mungkin mendengar keluhan rasa panas di dada.

Gejala GERD pada anak bisa berbeda-beda, tergantung usia. Pada bayi dan balita, keluhan yang sering muncul meliputi gumoh berlebihan, muntah berulang, rewel setelah makan, serta sulit tidur.

Sementara pada anak yang lebih besar, GERD dapat ditandai dengan nyeri atau rasa panas di dada, sakit perut, batuk kronis, suara serak, bau mulut, hingga penurunan nafsu makan. Karena gejalanya kerap menyerupai gangguan pencernaan biasa, GERD pada anak sering terlambat dikenali.

Dampak GERD pada Tumbuh Kembang Anak

GERD pada anak yang tidak tertangani dengan baik dapat berdampak pada tumbuh kembangnya. Anak bisa mengalami kesulitan makan karena rasa tidak nyaman atau nyeri, sehingga asupan nutrisi menjadi tidak optimal.

Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menyebabkan berat badan sulit naik, gangguan pertumbuhan, serta keterlambatan perkembangan. Selain itu, GERD kronis juga dapat meningkatkan risiko peradangan kerongkongan dan gangguan pernapasan berulang.

Cara Penanganan yang Tepat

Penanganan GERD pada anak biasanya dimulai dengan perubahan gaya hidup. Anda dapat membantu anak dengan mengatur pola makan lebih teratur, memberikan porsi kecil tetapi sering, serta menghindari makanan pemicu asam lambung.

Posisi tubuh setelah makan juga penting—anak sebaiknya tidak langsung berbaring. Jika keluhan tidak membaik, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan dan pemberian obat sesuai kondisi anak.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kala TNI Tembus Medan Ekstrem Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500
• 3 jam laluidntimes.com
thumb
Teknologi Pendingin Air Lenovo Jadi Otak di Balik Kecanggihan Formula 1
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Legislator Termuda DPR RI Muhammad Zulfikar Suhardi Siap Kawal Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika di Sulbar
• 6 jam lalufajar.co.id
thumb
Kronologi Kematian Lula Lahfah di Apartemen Jaksel
• 6 jam laludetik.com
thumb
Sungai Gintung Meluap, Banjir Bandang Terjang Rumah Warga di Pemalang | SAPA PAGI
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.