NGAMPRAH, KOMPAS — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta proses relokasi tempat tinggal warga terdampak longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, segera dilakukan. Lokasi relokasi diharapkan tidak jauh dari tempat mata pencaharian warga.
Hal itu disampaikan Gibran saat meninjau lokasi bencana pada Minggu (26/1/2026). Ia sempat mendatangi lokasi pencarian korban dan singgah di posko pengungsian di GOR Desa Pasirlangu.
Kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail yang mendampinginya, Gibran meminta agar proses relokasi tempat tinggal warga yang rusak atau tertimbun longsor segera dilakukan. Harapannya, warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian.
Akan tetapi, selama proses relokasi berlangsung, ia meminta agar kebutuhan para pengungsi tetap diperhatikan. Ia mencontohkan, makanan harus diberikan tiga kali sehari. Obat-obatan juga harus selalu tersedia bagi warga yang membutuhkan.
Sebelumnya, hal serupa disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia mengatakan, warga harus segera direlokasi.
“Daerah terdampak longsor akan dihutankan. Warga di sini bakal direlokasi karena potensi longsor tinggi,” ujar Dedi.
Menurut Dedi, lingkungan sekitar lokasi longsor dipenuhi tanaman sayur. Dengan kontur wilayah berupa perbukitan, keberadaan kebun sayur dinilai rentan memicu longsor. Oleh karena itu, sangat berbahaya apabila masyarakat masih tinggal di lokasi tersebut.
Untuk sementara, masyarakat yang selamat dari longsor diminta mengontrak rumah selama dua bulan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan Rp 10 juta per kepala keluarga untuk biaya kontrak rumah dan kebutuhan hidup sehari-hari.
Sementara itu, keluarga korban meninggal akibat longsor akan mendapatkan santunan sebesar Rp 25 juta per kepala keluarga. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat, terdapat 114 kepala keluarga yang terdampak kejadian ini.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya juga mengatakan, korban longsor akan mendapatkan hunian sementara. Mereka dapat tinggal setidaknya selama dua bulan sebelum kemudian dibangunkan permukiman permanen.
Longsor di kawasan tersebut terjadi di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda RT 005 RW 011 Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026) pukul 03.00 WIB.
Hingga Minggu (26/1/2026) siang, satu per satu korban berhasil ditemukan. Data Polda Jawa Barat menyebutkan, kini terdapat 17 kantong jenazah. Pada Sabtu malam, tercatat ada 10 kantong jenazah.
”Dari 17 kantong jenazah tersebut, sebanyak tujuh telah berhasil diidentifikasi, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Hendra Rochmawan.
Korban yang dipastikan meninggal adalah Suryana (57), Jajang Tarta (35), Nining (40), Dadang Apung (60), Nurhayati (42), M Kori (30), dan Lina Lismayanti (43).
”Kantong jenazah yang belum teridentifikasi sudah diambil sampel DNA dan untuk sementara disimpan di RSUD Cibabat,” katanya.





