JAKARTA, DISWAY.ID - Sebanyak empat (4) kabupaten terdampak banjir bandang Gunung Slamet.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyebut bahwa curah hujan yang tinggi menjadi pemicu banjir bandang turun secara cepat, membawa sedimen batu, lumpur serta kayu dari Gunung Slamet sejak Jumat, 23 Januari 2026 sore hingga Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari.
Sedimen tersebut juga banyak menerjang permukiman warga, memutus aksesibilitas wilayah hingga menelan korban jiwa.
BNPB Ungkap Penyebab Banjir BandangMenurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunika Kebencanaan BNPB, Abdul Muhadi menegaskan dampak awal terjadinya banjir ini dari lereng timur Gunung Slamet, yakni di wilayah Kabupaten Purbalingga.
BACA JUGA:Pasca Banjir Bandang Pemalang, Jalanan Penuh Gelondongan Kayu Berserakan
Kemudian, BNPB mengkaji dengan cepat dan menyebut jika karakteristik geomorfologi lereng gunung di Jawa Tengah membuat wilayah tersebut jadi sangat rentan terhadap respons hidrologi ketika hujan ekstrem terjadi.
Selain curah huja tinggi, debit sungai yang melonjak dalam waktu singkat juga jadi pemicu banjir bandang dengan muatan sedimen tinggi sekaligus berpeluang terjadinya longsor di lereng hingga tebing sungai.
Di satu sisi, sejumlah daerah aliran sungai (DAS), perubahan alur dan pendangkalan turut memperbesar risiko banjir di wilayah hilir.
Curah hujan yang berkepanjangan ini terus menghantam kawasan hulu lereng Gunung Slamet.
Kondisi topografi yang curam, jaringan sungai berhulu pendek juga menjadi salah satu penyebab utama banjir bandang hingga longsor yang melanda empat kabupaten dekat gunung berapi ini, yakni Purbalinga, Pemalang, Tegal dan Brebes.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, di Awal Tahun 2026 Warga Diminta Siaga Banjir
4 Kabupaten Diterjang Banjir Bandang Gunung Slamt 1. Kabupaten PemalangBanjir menerjang empat desa di dua kecamatan, yaitu Desa Penakir, Gunung Sari dan Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima, Kecamatan Moga.
Adapun, banjir tersebut menelan korban jiwa serta ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
2. Kabupaten PurbalinggaBanjir datang bersamaan dengan material lumpur serta batu hingga menutup akses jalan di Dusun Bambangan dan Malang, Kecamatan Rembang dan Karangreja.
Di mana, Jembatan Kali Bambangan putus total membuat akses jalan sempat terisolasi.
- 1
- 2
- »



