FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana bicara ke publik persoalan pengangkatan ASN PPPK yang beberapa waktu belakangan jadi sorotan.
Pengangkatan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) itu bahkan dinilai tidak adil. Apalagi, semua dapur dalam program Makan Bergizi Gratis diketahui adalah milik swasta.
Pertanyaan itulah yang kemudian coba dijawab oleh Dadan dan memberi penjelasannya.
Ia menyebut tidak semua pekerja SPPG menjadi PPPK. Penetapan status tersebut hanya untuk pegawai BGN yang memang ditetapkan sebagai pengawas di SPPG.
“Setiap SPPG itu ditempatkan 3 perwakilan Badan Gizi Nasional. SPPG-nya milik mitra, relawannya berkoordinasi dengan mitra, tetapi Badan Gizi menempatkan 3 orang, yaitu 1 kepala SPPG, 1 ahli gaji, 1 akuntan,”
“Ini adalah pegawai Badan Gizi Nasional,” ujar Dadan usai Rapat dengan Komisi IX DPR RI baru-baru ini.
Untuk tiga pegawai yang diangkat jadi PPPK ini adalah representasi resmi BGN yang bertugas memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar.
Karena itu, sejak awal rekrutmen, status kepegawaian mereka telah diarahkan sebagai PPPK.
“Dan mereka inilah kemudian status kepegawainya dijanjikan dulu ketika direkrut untuk PPPK dan Badan Gizi sudah melakukan seleksi, sudah tes lewat CAT, dan mereka sudah sekarang dalam proses pelengkapan administrasi dan ASN-nya akan keluar 1 Februari,” urainya.
Seperti diketahui, ada 32 ribu pekerja SPPG berstatus PPPK yang diangkat pada 1 Februari 2026. Ini adalah seleksi tahap 2 yang dilaksanakan lembaganya.
“Pada tahap 2 kami sudah melakukan seleksi sebanyak 32 ribu dan mereka sudah melakukan pendaftaran, kemudian tes dengan komputer,” terangnya.
Sementara itu, penulis kondang Indonesia, Tere Liye, kembali menanggapi terkait pengangkatan itu. “Kalau kamu menjadi bagian dari 32.000 ini, maka alhamdulillah. Atau adikmu, kakakmu, bapakmu yang diangkat, alhamdulillah. Kerja yang benar, profesional dan amanah,” sarannya dikutip pada Minggu (25/1/2026).
Pria bernama asli Darwis ini pun meminta agar mereka yang jadi ASN dari jalur ini jangan malah tersinggung, baperan, marah-marah sama orang lain yang protes, kecewa, kesal, curhat. Orang-orang yang bertahun-tahun honorer tidak kunjung diangkat jadi ASN seperti kalian. Kan orang lain itu juga berhak bersuara, kan? Negara demokrasi, siapapun berhak berpendapat.
“Termasuk saya, ikutan posting, BUKAN karena saya lagi dengki, sirik apalagi mau melamar jadi ASN PPPK di BGN/dapur. Aduh, nggaaak. Saya itu bahkan sejak kuliah, tidak merepotkan negara loh. Beasiswa saya nyari yang dari swasta-swasta saja, atau dari LAZ. Lulus, saya tidak kerja di pemerintahan. Saya bahas karena ini tetap isu penting,” beber alumni Fakultas Ekonomi UI ini.
Misal, lanjut Tere Liya, jika 2029 Prabowo kalah, terus Presiden baru memutuskan MBG dihentikan, itu 32.000 ASN mau di kemanakan? Kemudian, besok-besok, ini ASN akan terus nambah atau tidak? Tiap hari pejabat-pejabat itu selalu saja ada ide baru. Dia pun mengaku tidak kaget, jika besok-besok nambah 100.000 ASN baru. Wakil dapur, ini itu, juga menyusul jadi ASN.
Intinya, ayo jangan emosian gara-gara kamu bagian dari 32.000 ASN baru ini, atau kamu mendapat manfaat dari MBG. Anak-anakya dapat makan, bla bla. Alhamdulillah. Selow saja.
“Karena sebanyak-banyaknya kamu dapat manfaat, sstt, pemilik dapur, mereka pesta pora. Untung 10% saja, mereka dapat 30 triliun tahun 2026 nanti. Apalagi kalau untung 20%, mereka benar-benar mandi uang. Punya dapur berapa? 50? Aduh duh. Kamu kerja 1.000 bulan pun tetap lebih besar untung dia seminggu. Paham tidak?” tanya Tere Liye
Dia pun menyampaikan selamat atas pengangkatan para pegawai SPPG itu jadi ASN dan meminta mereka bekerja yang benar. Selalu awasi, cerewet dan marah jika ternyata menu, makanan yang dibagikan dapur mereka tidak sesuai.
“MARAH gitu loh. Karena atasan sejati kalian itu rakyat. Bukan pemilik dapur. Tidak usah menjilat ke mereka. Jangan takut kehilangan pekerjaan. Jadilah orang yang berprinsip. Insya Allah, jika 32.000 ini kritis, berani, bisa sukses MBG ini,” tutup pria yang juga diketahui sebagai akuntan ini. (Erfyansyah/Fajar)




