FAJAR, JAKARTA — Antusiasme masyarakat terhadap seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 terus menguat. Harapan terbukanya rekrutmen tahun depan membuat kata kunci CPNS 2026 ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Namun di tengah tingginya minat publik, muncul pula gelombang informasi menyesatkan. Salah satunya adalah unggahan yang mengklaim Kementerian Agama (Kemenag) membuka rekrutmen CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Januari 2026.
Informasi tersebut dipastikan tidak benar. Berdasarkan penelusuran laman Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), klaim pembukaan CPNS dan PPPK Kemenag pada Januari 2026 merupakan hoaks.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal Kemenag, Wawan Djunaedi, menegaskan pihaknya saat ini tidak sedang membuka rekrutmen ASN.
Ia mengimbau publik agar hanya merujuk pada informasi resmi dari situs pemerintah seperti BKN, Kemenpan-RB, atau SSCASN untuk menghindari penipuan berkedok CPNS.
Fresh Graduate Jadi Sasaran Utama
Sementara itu, harapan besar tetap tertuju pada seleksi CPNS 2026 yang digadang-gadang akan membuka peluang lebih luas bagi lulusan baru.
Menteri PAN-RB Rini Widyantini menyatakan, seleksi CPNS ke depan akan lebih diarahkan untuk fresh graduate.
“Selama ini kita fokus menyelesaikan tenaga honorer. Ke depan, saya berharap bisa lebih fokus kepada para fresh graduate agar bisa ikut menjadi bagian dari birokrasi,” kata Rini.
Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi generasi muda yang selama ini menantikan kesempatan masuk ke sektor aparatur negara.
Jadwal Masih Menunggu Formasi
Meski begitu, kepastian jadwal pendaftaran CPNS 2026 masih belum dapat ditetapkan. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebut pembukaan seleksi sangat bergantung pada pengajuan formasi dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan hingga kini usulan formasi yang masuk masih terbatas.
“Kalau tidak ada yang mengajukan formasi, maka tidak ada tes CPNS, karena tidak ada formasi yang tersedia,” ujar Zudan.
Minimnya usulan tersebut membuat pemerintah masih melakukan pemetaan kebutuhan dan perencanaan anggaran. Artinya, meski antusiasme publik tinggi, CPNS 2026 masih berada pada tahap perencanaan awal.
Di tengah euforia ini, masyarakat diingatkan untuk tetap kritis dan tidak mudah terpancing informasi viral, karena CPNS bukan hanya soal peluang kerja, tetapi juga ladang empuk bagi penyebaran hoaks dan penipuan. (*)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5081213/original/080288100_1736164935-timnnas-2_0d54d21.jpg)



