Peneliti Ciptakan Robot Tangan Canggih, Bisa Merayap seperti Laba-laba

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Para ilmuwan berhasil membuat robot yang mirip seperti tangan manusia, bahkan dia bisa merayap kayak laba-laba dan diklaim lebih lihai dalam menggenggam sebuah barang.

Dalam sebuah studi terbaru yang terbit di jurnal Nature Communications, peneliti berhasil mengembangkan perangkat robotik berbentuk tangan dengan jari-jari super lincah yang kemampuannya bahkan diklaim melampaui tangan manusia.

Robot tangan ini dikembangkan oleh tim peneliti dari Swiss Federal Institute of Technology (EPFL) di Lausanne. Berpusat pada telapak berukuran sekitar 16 sentimeter, perangkat ini dilengkapi hingga enam jari berujung silikon. Dengan konfigurasi tersebut, robot mampu melakukan 33 jenis gerakan menggenggam dan menahan, termasuk mengangkat objek dengan bobot hingga 2 kilogram.

Berbeda dengan tangan manusia, tangan robot ini dapat mencengkeram objek dari dua sisi telapak. Jari-jarinya yang lentur dan memiliki banyak ruas memungkinkan perangkat ini memegang beberapa benda sekaligus dengan cengkeraman kuat.

“Tidak ada batas jumlah benda yang bisa dipegang. Jika ingin memegang lebih banyak, kami tinggal menambahkan jari,” ujar, Aude Billard, penulis studi sekaligus kepala Learning Algorithms and Systems Laboratory di EPFL, sebagaimana dikutip IFL Science.

Yang paling mencuri perhatian, tangan robot ini juga bisa melepaskan diri dari lengannya dan bergerak sendiri. Layaknya karakter Thing dalam film The Addams Family, perangkat ini dapat jatuh ke lantai lalu merayap di berbagai permukaan.

Dengan memanfaatkan jari-jarinya sebagai kaki, tangan robot berjalan seperti laba-laba, sambil tetap mampu mengambil dan membawa objek.

“Perangkat kami mampu melakukan ‘loco-manipulation’ secara andal dan mulus. Kami percaya kemampuan ini punya potensi besar untuk robot industri, layanan, hingga eksplorasi,” jelas Billard.

Meski tampak futuristik, bentuk dan konsep robot ini justru terinspirasi dari alam. Menurut para peneliti, banyak organisme telah berevolusi dengan anggota tubuh serbaguna yang dapat berganti fungsi antara bergerak dan mencengkeram.

“Gurita, misalnya, menggunakan lengan fleksibelnya untuk merayap di dasar laut sekaligus membuka cangkang. Di dunia serangga, belalang sembah memiliki anggota tubuh khusus untuk bergerak dan menangkap mangsa,” kata Billard.

Ke depan, para peneliti akan terus mengembangkan teknologi ini hingga dapat menciptakan robot industri otonom hingga yang mampu melakukan eksplorasi ilmiah di lingkungan ekstrem. Yang tak kalah menarik, desain ini juga berpotensi memengaruhi generasi berikutnya dari prostetik atau anggota tubuh buatan.

“Fungsi simetris dan dapat dibalik ini sangat berharga dalam situasi di mana pengguna membutuhkan kemampuan di luar fungsi manusia normal,” ujar Billard.

Ia menambahkan, riset sebelumnya menunjukkan otak manusia memiliki kemampuan adaptasi luar biasa untuk mengintegrasikan anggota tubuh tambahan. Hal ini membuka peluang bahwa konfigurasi nonkonvensional seperti ini bisa berguna di lingkungan khusus yang menuntut kemampuan manipulasi ekstra.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Agen Federal Tembak Mati Warga, Gubernur Walz Kecam Pemerintah Pusat
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jelang Ramadan, Kesehatan Mental dan Ketahanan Spiritual Umat Perlu Jadi Perhatian
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkab Agam Butuh 1.744 Hunian Tetap untuk Penyintas Banjir Bandang dan Longsor
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Wapres Gibran Tinjau Lokasi Longsor Cisarua Bandung Barat, Pastikan Pencarian Korban Dimaksimalkan
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
HW Satrio Siap Gelar First Fight Vol. 2, Laga Tinju Terpanas 2026
• 19 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.