Bisnis.com, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada para industri jasa keuangan di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) agar lebih memperluas akses pembiayaannya tahun ini, utamanya untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Permintaan tersebut telah diutarakan dalam pertemuan bersama para pimpinan perbankan, perusahaan asuransi, pembiayaan, hingga pasar modal belum lama ini, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar.
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan FKIJK telah sepakat untuk bersinergi memberi dukungan terhadap sektor produktif dan UMKM pada 2026.
Langkah tersebut nantinya akan diimplementasi dengan menyusun strategi bersama memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, yang dianggap sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
"Kami ingin berorientasi pada nilai-nilai yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Sinergi antara regulator dan pelaku industri diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas angka-angka ekonomi, tetapi juga menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan," ucap Muchlasin di Makassar, Minggu (25/1/2026).
Sebagai penopang perluasan akses pembiayaan, OJK bersama industri juga bakal melakukan penguatan literasi dan inklusi keuangan secara masif, khususnya bagi masyarakat yang ada di daerah pelosok Sulawesi Barat dan perdesaan Sulawesi Selatan.
Baca Juga
- Edukasi dan Sosialsasi Keuangan OJK Malang Jangkau 43.462 Orang
- Pendapatan Premi Asuransi di Wilker OJK Malang Tembus Rp1,6 Triliun
- OJK: Tren Penurunan Jumlah ATM Kemungkinan Terus Berlanjut
Upaya tersebut akan diaplikasikan melalui berbagai program seperti LAYARKU (Layanan Literasi dan Inklusi Keuangan) dan Gencarkan (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan).
Selain itu mitigasi risiko dan perlindungan konsumen juga menjadi fokus FKIJK. Forum akan memperkuat fungsi pengawasan mandiri di internal industri untuk memberantas praktik keuangan ilegal dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan formal.
"Selain perluasan akses pembiayaan, dalam pertemuan dengan industri jasa keuangan, juga disepakati akan aktif melakukan penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat prasejahtera, peringatan hari besar keagamaan secara bersama, serta kegiatan bakti sosial di wilayah terdampak bencana," jelas Muchlasin.





