Liputan6.com, Jakarta - Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Kapten Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Suasana khidmat terasa sejak jenazah diberangkatkan dari rumah duka hingga tiba di liang lahat.
Jenazah Kapten Andy dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ranca Sadang, Desa Sodong, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, yang lokasinya tak jauh dari kediaman keluarga. Seluruh keluarga besar tampak mengiringi prosesi pemakaman hingga selesai, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.
Advertisement
Sejumlah regu dari tim Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) mengiringi proses pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Kapten Andy ke peristirahatan terakhir, setelah gugur dalam melaksanakan tugas.
Prosesi upacara pemakaman ini dipimpin langsung Komandan Kapal Pengawas Akarbahar 01, Manuel, yang dilanjutkan penyerahan jenazah oleh pihak keluarga korban.
Lalu, setelah rangkaian penyerahan, tim regu PSDKP kemudian membawa peti jenazah ke liang lahat yang selanjutnya diberikan penghormatan terakhir terhadap almarhum.
Disamping itu, keluarga yang terdiri dari istri dan kedua anak, hingga adik kandung kapten Andy, melantunkan doa. Seketika isak tangis pecah, mengiringi peti jenazah turun ke liang lahat.
Sebagai rangkaian akhir pemakaman, Komandan Kapal Pengawas Akarbahar 01 menandai dengan penamburan bunga yang dilanjutkan oleh pihak keluarga korban.


/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F01%2F04%2F9264d6aa-8c54-497e-a963-4538873256a1_jpg.jpg)

