Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang, Banten, mengerahkan sebanyak 160 relawan dan membangun 11 posko layanan bagi korban bencana banjir di daerah tersebut.
Ketua PMI Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, di Tangerang, Minggu, mengatakan bahwa pengerahan ratusan relawan dan belasan posko ini dilakukan di sejumlah wilayah kecamatan yang terdampak banjir sejak pekan lalu, di antaranya di Jayanti, Tigaraksa, Cikupa, Pasar Kemis, Rajeg, Pakuhaji, Teluknaga, Kosambi, Kronjo, Kresek, dan Gunung Kaler.
"Sebelumnya beberapa titik banjir sempat surut, namun curah hujan kembali tinggi, akhirnya 11 wilayah kecamatan kembali tergenang banjir, seperti, di Perumahan Taman Cikande," ujarnya.
Ia menyebutkan, bencana banjir akibat cuaca ekstrem hingga meluapnya beberapa Sungai Cidurian membuat beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang terendam banjir parah.
Kendati demikian, pihaknya langsung mengerahkan para relawan PMI untuk membantu para korban banjir di Kabupaten Tangerang. Selain relawan, pihaknya juga telah memberikan bantuan logistik dan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir.
Baca juga: PMI buka dapur umum di lokasi banjir Tangerang
"Sebanyak 160 relawan kita kerahkan untuk membantu para korban banjir di seluruh Kabupaten Tangerang, perahu karet kita terjunkan untuk evakuasi warga, dan juga bantuan logistik seperti sembako, hygiene kit, baby kit, clean kit," katanya.
PMI Kabupaten Tangerang juga telah membangun posko untuk para korban banjir di 11 wilayah kecamatan, di antaranya Jayanti, Tigaraksa, Cikupa, Pasar Kemis, Rajeg, Pakuhaji, Teluknaga, Kosambi, Kronjo, Kresek, dan Gunung Kaler.
Menurut dia, posko layanan ini dapat digunakan untuk pengungsian dan bantuan kesehatan yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.
Soma berharap banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Tangerang bisa segera surut, khususnya yang berada di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, di mana titik ini merupakan titik banjir terdalam.
Baca juga: PMI distribusikan logistik dan air bersih ke korban banjir Tangerang
"Semoga banjir bisa segera surut, aktivitas masyarakat bisa kembali normal," kata dia.
Ketua PMI Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, di Tangerang, Minggu, mengatakan bahwa pengerahan ratusan relawan dan belasan posko ini dilakukan di sejumlah wilayah kecamatan yang terdampak banjir sejak pekan lalu, di antaranya di Jayanti, Tigaraksa, Cikupa, Pasar Kemis, Rajeg, Pakuhaji, Teluknaga, Kosambi, Kronjo, Kresek, dan Gunung Kaler.
"Sebelumnya beberapa titik banjir sempat surut, namun curah hujan kembali tinggi, akhirnya 11 wilayah kecamatan kembali tergenang banjir, seperti, di Perumahan Taman Cikande," ujarnya.
Ia menyebutkan, bencana banjir akibat cuaca ekstrem hingga meluapnya beberapa Sungai Cidurian membuat beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang terendam banjir parah.
Kendati demikian, pihaknya langsung mengerahkan para relawan PMI untuk membantu para korban banjir di Kabupaten Tangerang. Selain relawan, pihaknya juga telah memberikan bantuan logistik dan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir.
Baca juga: PMI buka dapur umum di lokasi banjir Tangerang
"Sebanyak 160 relawan kita kerahkan untuk membantu para korban banjir di seluruh Kabupaten Tangerang, perahu karet kita terjunkan untuk evakuasi warga, dan juga bantuan logistik seperti sembako, hygiene kit, baby kit, clean kit," katanya.
PMI Kabupaten Tangerang juga telah membangun posko untuk para korban banjir di 11 wilayah kecamatan, di antaranya Jayanti, Tigaraksa, Cikupa, Pasar Kemis, Rajeg, Pakuhaji, Teluknaga, Kosambi, Kronjo, Kresek, dan Gunung Kaler.
Menurut dia, posko layanan ini dapat digunakan untuk pengungsian dan bantuan kesehatan yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.
Soma berharap banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Tangerang bisa segera surut, khususnya yang berada di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, di mana titik ini merupakan titik banjir terdalam.
Baca juga: PMI distribusikan logistik dan air bersih ke korban banjir Tangerang
"Semoga banjir bisa segera surut, aktivitas masyarakat bisa kembali normal," kata dia.



