JAKARTA, KOMPAS.com -Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto meminta kader di Sukabumi untuk tegak lurus terhadap garis perjuangan partai serta memetakan kekuatan politik di tingkat akar rumput, dalam agenda konsolidasi internal yang digelar di Kantor DPC Kabupaten Sukabumi, Minggu (25/1/2026).
Hasto mengatakan, pemetaan politik di tingkat akar rumput harus menjadi fondasi utama, dalam menjalankan program partai secara terstruktur dan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang.
“Berjuanglah dengan penuh disiplin. Selesaikan konsolidasi di akar rumput. Lakukan pemetaan politik dan dengan peta tersebut, jalankan program Partai sesuai dengan tupoksi masing-masing bidang struktur Partai,” ujar Hasto dalam acara konsolidasi di Kantor DPC Sukabumi, Minggu (25/1/2026), dikutip dari siaran pers.
Baca juga: Instruksi Megawati, PDI-P Gelar Perayaan Natal Bersama Korban Bencana Sumatera
Hasto juga mengingatkan agar tidak ada diskriminasi struktural di internal PDI-P.
Menurut dia, setiap kader memiliki kedudukan yang sama sebagai pejuang partai, baik di tingkat pusat maupun hingga anak ranting di dusun-dusun.
Selain itu, dia mendorong Kantor DPC PDI-P Kabupaten Sukabumi agar menjadi ruang pengorganisasian rakyat yang terbuka dan inklusif.
“Saya mendorong agar kantor partai ini lebih terbuka. Kalau pintunya terang dan terbuka lebar, masyarakat akan banyak datang. Kalau rakyat senang datang ke sini, Insya Allah rezekinya (partai) juga besar,” kata Hasto.
Baca juga: PDI-P Rotasi 15 Anggotanya di DPR, Ada Adian Napitupulu dan Rieke Diah Pitaloka
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP PDI-P Ribka Tjiptaning menekankan pentingnya loyalitas dan kesatuan komando dalam menjalankan roda organisasi partai.
Dia meminta seluruh kader PDI-P di Sukabumi untuk tetap tegak lurus terhadap instruksi partai demi memastikan kerja-kerja kemanusiaan berjalan optimal.
“Kader di Sukabumi harus terus mengikuti arahan partai. Disiplin organisasi adalah kunci agar kerja-kerja kemanusiaan kita, termasuk pengelolaan klinik yang baru diresmikan, dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat,” ujar Ribka.
Baca juga: DPR Terbuka Kaji Opsi E-Voting yang Diusulkan PDI-P
Peresmian Klinik Waluya Sejati AbadiAdapun konsolidasi tersebut digelar usai peresmian Klinik Waluya Sejati Abadi di Jalan Tipar Gede, Sukabumi, yang kembali difungsikan untuk melayani masyarakat kecil dengan biaya terjangkau.
Klinik tersebut adalah reaktivasi Rumah Sakit Pelita Rakyat (RSPR) yang sempat diresmikan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri pada 2011.
Namun, RS itu sempat berhenti beroperasi pada 2015 akibat kendala perizinan dengan pemerintah daerah saat itu.
Kini, Klinik Waluya Sejati Abadi melayani pasien dengan biaya Rp 25.000 untuk berobat jalan dan Rp 50.000 untuk persalinan hingga pulang.
“Kalau dia tidak punya uang, yang bayar DPC PDI Perjuangan. Di sini semua dilayani dengan senyum tanpa diskriminasi,” kata Ribka.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




