PBSI Soroti Regenerasi Pemain usai Indonesia Masters 2026

tvrinews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta 

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI Eng Hian menilai pencapaian Indonesia di Indonesia Masters 2026 belum sepenuhnya maksimal. 

Meski demikian, ia menyoroti munculnya banyak pemain muda yang menunjukkan perkembangan signifikan hingga menembus babak-babak akhir turnamen.

Indonesia menempatkan dua wakil di partai final dan berhasil meraih satu gelar juara. Menurut Eng Hian, hasil tersebut menjadi catatan penting, terutama jika dibandingkan dengan capaian pada edisi tahun lalu.

“Memang ini bukan hasil terbaik. Kalau kita lihat Indonesia Masters tahun lalu, kita juga punya dua finalis, tetapi berasal dari pemain senior. Tahun ini, mayoritas semifinalis justru datang dari pemain muda yang sebelumnya belum banyak diperhitungkan,” ujar Eng Hian.

Ia menegaskan hasil Indonesia Masters 2026 akan menjadi bahan evaluasi utama PBSI untuk menghadapi turnamen berikutnya, khususnya Indonesia Open yang berlevel BWF Super 1000 dengan tingkat persaingan jauh lebih ketat.

“Tentunya kami akan melakukan evaluasi dan menyusun program agar kapasitas kemampuan para pemain yang sudah berprestasi di Indonesia Masters ini bisa kembali berprestasi di Indonesia Open,” kata Eng Hian.

Indonesia berhasil meraih satu gelar juara melalui sektor tunggal putra. Alwi Farhan tampil dominan di partai final saat menghadapi wakil Tailan Panitchapon Teerasatsakul. Pebulutangkis muda Indonesia itu menang meyakinkan dalam dua gim langsung dengan skor telak 21-5, 21-6.

Sementara itu, di sektor ganda putra, Indonesia harus puas dengan status runner-up. Pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melangkah hingga partai puncak sebelum akhirnya takluk dari unggulan keempat asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dengan skor 19-21, 13-21.

Meski hanya membawa pulang satu gelar, PBSI melihat Indonesia Masters 2026 sebagai sinyal positif dari proses regenerasi. Penampilan para pemain muda dinilai menjadi modal penting bagi tim Indonesia untuk menghadapi turnamen level lebih tinggi ke depan.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Garudayaksa tekuk PSMS 2-1
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Tumbuh di Era Teknologi, Cerita 11 Tahun SMP Telkom Makassar
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Hery Gunardi di WEF Davos: UMKM Harus jadi Motor Keuangan Berkelanjutan Dunia
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Kebagian Kuota 700 Ribu Kiloliter, Bulog Salurkan Minyakita Langsung ke Pengecer
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Denada Diam-diam Sudah Mengakui Ressa Rizky Rossano? Sempat Komunikasi Lewat WhatsApp Akhirnya Terbongkar
• 44 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.