Tumbuh di Era Teknologi, Cerita 11 Tahun SMP Telkom Makassar

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Sejak berdiri pada 2015, SMP Telkom Makassar memulai perjalanannya dengan satu keyakinan; bahwa sekolah di era modern tidak cukup hanya mengajar, tetapi harus menyiapkan generasi yang mampu hidup dan bertumbuh di tengah perubahan teknologi.

Di tahun-tahun awal, sekolah ini masih membangun fondasi dengan menata sistem, membentuk budaya dan memperkenalkan diri di tengah masyarakat. Tidak semua berjalan mulus.

Ada keterbatasan, ada keraguan, ada proses mencoba dan memperbaiki. Namun justru di fase inilah karakter SMP Telkom Makassar mulai terbentuk, adaptif, terbuka terhadap perubahan dan berani belajar dari proses.

Memasuki tahun-tahun berikutnya, perlahan SMP Telkom Makassar mulai menemukan ritmenya. Identitas sebagai sekolah yang dekat dengan teknologi tidak hanya hadir dalam fasilitas, tetapi juga dalam cara berpikir dan belajar.

Pemanfaatan media digital, penguatan literasi teknologi serta ruang ekspresi siswa mulai berkembang. Di saat yang sama, sekolah juga diuji oleh dinamika remaja, tuntutan orang tua serta ekspektasi publik yang kian tinggi.

Setiap kritik dan masukan menjadi bahan refleksi, bukan untuk defensif, melainkan untuk bertumbuh. Perjalanan ini ikut terekam dan diikuti melalui berbagai pemberitaan, unggahan media sosial hingga cerita dari mulut ke mulut.

Tantangan terbesar datang ketika dunia pendidikan harus berhadapan dengan perubahan drastis di era digital dan situasi global. Di fase ini, SMP Telkom Makassar belajar bahwa teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Proses pembelajaran, komunikasi sekolah, hingga pola interaksi guru dan siswa ikut bertransformasi.

Dari sini, sekolah semakin menegaskan posisinya sebagai School of Digital Generation, bukan sekadar label, tetapi arah pendidikan yang dijalani. Prestasi siswa pun mulai bermunculan, baik di bidang akademik, non-akademik, kreativitas maupun kompetisi yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan adaptif.

Tahun demi tahun berlalu, dan SMP Telkom Makassar memasuki fase kematangan. Budaya sekolah semakin terbentuk, kepercayaan masyarakat tumbuh dan jejaring alumni mulai menjadi bagian penting dari ekosistem sekolah.

Sekolah ini tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat belajar, tetapi sebagai ruang tumbuh, tempat siswa belajar tentang disiplin, empati, kolaborasi dan tanggung jawab di era serba digital. Setiap angkatan meninggalkan cerita, setiap guru menorehkan pengaruh dan setiap dinamika menjadi bagian dari perjalanan kolektif.

Memasuki 2026, tepat di usia 11 tahun, SMP Telkom Makassar memilih untuk berhenti sejenak dan menoleh ke belakang. Perayaan HUT ke-11 dengan tema Double One, Double Impact menjadi simbol refleksi perjalanan dari 2015 hingga 2026, sebelas tahun yang penuh proses, tantangan, pencapaian dan pembelajaran.

Perayaan tidak dikemas dalam kemewahan, tetapi dalam 11 Kegiatan Positif yang merepresentasikan satu kegiatan untuk setiap tahun perjalanan sekolah. Mulai dari doa dan syukuran, lomba siswa, aksi sosial, kepedulian lingkungan, hingga kampanye digital positif, semuanya menjadi potret bagaimana sekolah ini bertumbuh seiring zaman.

Di usia 11 tahun, SMP Telkom Makassar telah sampai pada satu pemahaman penting bahwa teknologi hanyalah alat, sementara karakter, kepedulian sosial dan prestasi adalah tujuan. Sekolah ini tidak lahir sempurna, tetapi tumbuh melalui proses. Tidak selalu berada di titik nyaman, tetapi terus bergerak. Dan tidak hanya ingin dikenal, tetapi ingin memberi dampak.

Perjalanan dari 2015 hingga 2026 adalah kisah tentang keberanian untuk berubah, kesediaan untuk belajar dan komitmen untuk tetap relevan. Melalui semangat Double One, Double Impact, SMP Telkom Makassar melangkah ke masa depan, membawa pengalaman sebelas tahun sebagai bekal untuk terus mencetak generasi digital yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kuat dalam karakter dan prestasi.

Sebelas tahun telah dilalui, dan kisah SMP Telkom Makassar masih terus ditulis. (*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Waspada! 5 Penyakit Ini Kerap Menyerang Anak di Musim Hujan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Pencarian Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Terkendala Cuaca dan Lumpur
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Banjir Jakarta: Pramono Sebut Sebagian Sudah Surut, BPBD Ungkap 14 RT Masih Terendam 80 Cm
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Longsor di Cisarua, 400 Warga Dievakuasi dan 82 Orang Masih Dicari
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bima Arya Ungkap Arahan Prabowo soal Longsor di Bandung Barat
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.