JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto langsung menelpon Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Sakti Trenggono yang pingsan saat memimpin upacara pemakaman korban pesawat ATR 42-500.
Hal tersebut diungkap oleh Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono.
BACA JUGA:Geger Mayat Wanita Mengambang di Kali Pesanggrahan Kedoya, Ternyata Sudah Hilang Tiga Hari
BACA JUGA:Eks Anggota Komjak Sebut Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi JPU
Ia mengakui, kondisi tumbangnya fisik bukan tanpa alasan.
Pasalnya, dalam sepekan terakhir, ia menjalani agenda maraton yang menguras energi fisik maupun psikis. Selain mendampingi agenda kepresidenan di Davos, Swiss, dan London, Trenggono juga memikul beban mental yang berat terkait musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang menimpa keluarga besar KKP.
Meski baru saja tiba dari Eropa, Trenggono tidak memilih untuk beristirahat. Ia justru memaksakan diri hadir dan bertindak sebagai inspektur upacara bagi para stafnya yang gugur dalam tugas.
"Terima kasih pak Prabowo, yang menelepon langsung dan menanyakan kondisi saya hari ini," tutur Menteri KKP Trenggono, dalam keterangan resminya, Minggu 25 Januari 2026.
BACA JUGA:Kondisi Terbaru Menteri KKP Trenggono Usai Sempat Pingsan di Momen Pemakaman Korban Pesawat ATR 42-500
"Seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik tetapi mental. Sebagai komandan di KKP, saya selalu bersama pasukan baik suka dan duka. Menjadi inspektur upacara bagi mereka yang berpulang adalah wujud pendampingan terakhir," sambungnya.
Staf Khusus Menteri KKP Bidang Humas dan Komunikasi Media, Doni Ismanto, memberikan konfirmasi bahwa kondisi Trenggono saat ini sudah berangsur stabil.
Hasil observasi medis menunjukkan bahwa tidak ada masalah serius pada organ vital sang menteri; diagnosa murni menunjukkan kelelahan luar biasa atau exhaustion.
"Aman Bapaknya, sudah baikan, kecapekan. Beliau baru sampai dari perjalanan dinas itu, terus selama di Eropa memantau terus perkembangan (kecelakaan pesawat) di Jakarta," jelas Doni.





