Dikembangkan oleh Everstone Studio dan rilis gratis, game ini mencoba menggabungkan narasi mendalam ala The Witcher 3 dengan kebebasan sistemik ala Grand Theft Auto, semuanya dibalut dalam estetika Tiongkok abad ke-10 yang memanjakan mata. Setelah menghabiskan puluhan jam menjelajahi dunia Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan game ini adalah sebuah karya yang keren dari banyak aspek.
Where Winds Meet mengambil latar waktu yang jarang disentuh oleh game barat maupun game Asia pada umumnya: Periode Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan (907–960 M). Ini adalah era kekacauan politik ketika dinasti-dinasti runtuh dan bangkit dalam sekejap mata.
Kita bermain sebagai seorang pendekar pedang muda misterius yang mencari jati diri di tengah konflik antara panglima perang. Yang menarik, game ini tidak hanya menjadikan sejarah sebagai latar belakang tempelan. Tokoh sejarah nyata seperti Chai Rong dan ancaman geopolitik dari Bangsa Khitan di utara diintegrasikan langsung ke dalam plot.
Sistem moralitas dalam Where Winds Meet juga patut diacungi jempol. Kita tidak dipaksa menjadi pahlawan suci. Pemain bisa memilih Jalan Keadilan (Yi) untuk melindungi rakyat, atau Jalan Kekacauan yang memungkinkan kita menjadi bandit, menyerang NPC, dan bahkan dijebloskan ke penjara. Kedalaman role-playing ini memberikan bobot pada setiap keputusan naratif.
Sistem pertarungannya mengambil inspirasi dari sinema aksi Hong Kong, pertarungan di sini sangat kinetik. Kita bisa berlari di atas air, memanjat dinding vertikal, dan melakukan parry (tangkisan) yang memuaskan. Variasi senjata juga luar biasa, mulai dari Pedang Panjang (Long Sword), Tombak, Kipas, hingga Payung yang bisa digunakan untuk melayang sekaligus menyerang. Setiap senjata memiliki moveset unik yang bisa dimodifikasi lewat sistem Inner Way, memungkinkan kustomisasi gaya bermain yang mendalam.
Mode bermain Where Winds Meet hadir dalam dua pilihan: Mode Solo yang fokus pada cerita, eksplorasi, dan teka-teki. Kemudian ada Mode Online. Terbuka setelah level tertentu, memungkinkan kita bertemu pemain lain, bergabung dengan Guild, dan melakukan PvP. Kekurangan minornya. Kita tidak bisa memajukan cerita saat bermain di mode MMO, yang mungkin mengecewakan bagi pemain yang ingin co-op penuh.
Where Winds Meet menyediakan sistem Profesi (Identitas) dan interaksi dunianya. Jika bosan bertarung, kita bisa beralih profesi menjadi Tabib yang mampu mendiagnosis dan menyembuhkan penyakit NPC atau pemain lain. Pilihan kedua adalah Arsitek, bisa membangun struktur di dunia game menggunakan lebih dari 600 komponen antik. Kemudian pilihan ketiga adala Cendekiawan, yang menggunakan kemampuan debat (mekanisme kartu) untuk memengaruhi NPC atau membebaskan diri dari tuduhan hukum.
Selain itu, integrasi AI (Kecerdasan Buatan) pada NPC sangat unik. Kita bisa mengetik percakapan bebas dengan NPC tertentu dan mereka akan merespons sesuai konteks. Meskipun fitur ini canggih, pada banyak momen NPC ini hanya mengulangi kata-kata terakhir NPC sebagai pertanyaan, dan mereka sering kali bingung dan menyelesaikan misi secara otomatis.
Menggunakan mesin buatan sendiri bernama Messiah Engine, Where Winds Meet menampilkan visual yang luar biasa indah. Pencahayaan volumetrik, efek cuaca dinamis, dan detail arsitektur kota Kaifeng benar-benar memanjakan mata. Optimalisasi grafis yang lumayan baik telah membuatnya tersedia dalam berbagai platform. Selain konsol dan PC, Where Winds Meet sudah tersedia di Android dan iOS.
Sebagai game Free-to-Play, monetisasi adalah topik sensitif. Where Winds Meet menggunakan sistem Gacha untuk kosmetik (pakaian, kulit senjata, tunggangan). Kabar baiknya, pihak developer sudah menyatakan komitmen untuk tidak menerapkan sisitem tidak Pay-to-Win secara langsung. Dengan kata lain, item yang dibeli tidak memberikan keunggulan statistik tempur yang merusak keseimbangan PvP.
Namun, harga kosmetik bisa sangat mahal. Mendapatkan item langka tertentu bisa membutuhkan biaya ratusan dolar, dan Battle Pass menawarkan beberapa fitur kenyamanan (seperti slot inventaris ekstra) yang mungkin terasa sedikit tidak adil bagi pemain gratisan.
PLATFORM: PS5, PC, iOS, Android DEVELOPER: Everstone Studio PUBLISHER: Everstone Studio, NetEase TANGGAL RILIS: 14 November 2025 GENRE: MMO Action-Adventure
Kesimpulan
Where Winds Meet adalah game yang sangat ambisius. Ia mencoba melakukan segalanya: menjadi RPG naratif, simulasi kehidupan, dan MMO sekaligus. Game ini berhasil membuat merasa seperti pendekar legendaris yang hidup di Tiongkok kuno.
Namun, tumpukan fitur yang masif ini juga membuatnya terasa kurang terpoles di beberapa bagian, terutama dari sisi teknis dan antarmuka. Bagi penggemar budaya Tiongkok dan aksi bela diri, game ini wajib dicoba, apalagi mengingat statusnya yang gratis.
9.6
Where Winds Meet
Plus
- Gaya bertarung Wuxia yang keren
- Banyak pilihan senjata dan skill
- Kebebasan profesi
- Gratis tidak pay-to-win
- Ada mode Solo
Minus
- Jalan cerita utama tidak ada saat mode online
- Fitur lumayan banyak
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




