Tentara Kuba menggelar latihan militer dengan disaksikan langsung oleh Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel pada Sabtu (24/1) waktu setempat. Latihan militer itu dilakukan untuk mencegah potensi agresi Amerika Serikat (AS).
Kuba sebelumnya mendapat ancaman dari Presiden AS Donald Trump. Ia meminta Kuba untuk membuat kesepakatan baru dengan AS atau menerima konsekuensinya seperti yang menimpa Venezuela. AS melakukan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Diketahui Venezuela adalah sekutu utama Kuba. Negara itu juga pemasok minyak ke Kuba. Trump mengancam akan memutus pasukan minyak dari Venezuela ke Kuba bila tidak membuat kesepakatan baru.
Diaz-Canel menyaksikan langsung latihan militer termasuk unit tank dari Angkatan Bersenjata Kuba. Selain dia, hadir juga Menteri Angkatan Bersenjata Kuba Jenderal Alvaro Lopez Miera serta pejabat tinggi militer lainnya.
"Cara terbaik untuk mencegah agresi adalah dengan memaksa imperialisme untuk menghitung harga menyerang negara kita," kata Diaz-Canel dikutip dari AFP, Senin (26/1).
“Dan itu sangat berkaitan dengan persiapan kita untuk jenis aksi militer ini. Ini menjadi sangat penting dalam keadaan saat ini,” tambahnya.
Dewan Pertahanan Nasional Kuba, yang dipimpin oleh Diaz-Canel, baru-baru ini bertemu untuk menganalisis dan menyetujui rencana dan langkah-langkah untuk beralih ke Keadaan Perang.
Latihan militer ini merupakan bagian dari persiapan negara di bawah konsep strategis 'Perang Seluruh Rakyat', sebuah istilah yang digunakan oleh pihak berwenang untuk mobilisasi warga sipil jika terjadi konflik bersenjata.





