Pemerintah meresmikan penggunaan 117 unit Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu 25 Januari 2026. Peresmian ini dilakukan oleh BNPB, Kemendagri, dan Kemenko PMK bersama pemerintah daerah setempat.
Lokasi Huntara salah satunya terletak di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Pembangunan ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 terkait percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.
Fasilitas Lengkap: Listrik hingga Air Bersih
Para pengungsi yang sebelumnya tinggal di tenda atau menumpang, kini bisa bernapas lega. Huntara yang dibangun pemerintah tidak hanya berupa bangunan fisik berukuran sekitar 3x6 meter, tetapi juga dilengkapi perabotan.
Baca juga:
Pemkot Sibolga Nyatakan Pemulihan Banjir dan Longsor Capai 90%
Berdasarkan pantauan di lokasi, setiap unit telah dialiri listrik yang menyala stabil dan memiliki kamar mandi dengan air bersih yang mengalir lancar. Selain itu, warga juga menerima fasilitas berupa kasur dan kipas angin.
Ramalis, salah satu warga yang menempati Blok E 15, menceritakan bahwa rumah aslinya hancur diterjang banjir bandang (galodo) dua bulan lalu. Lumpur merendam rumahnya hingga setinggi lutut orang dewasa.
"Alhamdulillah sudah ada Huntara. Tapi harapan saya ke depannya tentu ingin segera mendapatkan Hunian Tetap (Huntap)," ujar Ramalis.
Pemerintah mencatat total ada 267 Huntara yang sudah dibangun di Sumatera Barat. Namun, ini hanyalah solusi jangka pendek. Pemerintah pusat dan daerah kini tengah mengejar pembangunan lebih dari 2.000 unit Hunian Tetap (Huntap).
Saat ini, proses pendataan dan verifikasi tengah digencarkan antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan bantuan rumah tetap tersebut jatuh ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan.
(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)


