GenPI.co - Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menyebut Dewan Perdamaian untuk Gaza yang dibentuk Presiden AS Donald Trump, harus melibatkan warga Palestina dan Israel.
Jusuf Kalla mengatakan niat perdamaian, harus dimulai melalui pemahaman akar masalahnya oleh warga.
Tetapi, saat ini masih ada kekuarang dalam proses perdamaian, terutama minimnya keterlibatan warga lokal.
“Kalau mau memperbaiki kampung orang, ya orang kampung itu harus terlibat. Jangan berdamai, tidak melibatkan warga terdampak,” katanya dikutip dari Antara, Senin (26/1).
Politikus senior Partai Golkar itu menyampaikan perdamaian tidak cukup sekadar inisiasi negara-negara besar.
Dia mengungkapkan warga selaku pihak yang mengalami konflik langsung, harus diberi ruang berpartisipasi aktif dalam proses rekonsilisasi.
JK menilai Indonesia perlu mendorong, supaya gagasan Donald Trump soal perdamaian, tidak bersifat elitis.
“Jangan hanya negara besar yang menentukan. Tetapi, warga di daerah konflik harus terlibat dalam mendamaikan negaranya sendiri,” ujarnya.
Menurut dia, tanpa keterlibatan warga lokal, maka proses perdamian sulit berjalan efektif dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Donald Trump meluncurkan Dewan Perdamaian untuk Gaza, pada acara World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1).
Presiden Prabowo Subianto turut menandatangani piagam tersebut, yang menandakan Indonesia ikut dalam organisasi itu. (ant)
Video seru hari ini:



